Kriminal

Armaini Sudah tiga Tahun Menjabat Bendahara UPT

Tim saber pungli Polda saat memaparkan penangkapan bendahara UPT Kec Medan Labuhan

MEDAN- Sudah Tiga Tahun Menjabat bendahara di UPT Medan Labuhan Kepala Tim Saber Pungli Dit Reskrimum Polda Sumut, AKBP Sandy Sinurat mengatakan tersangka Armaini (50), kurang lebih menjabat sebagai bendahara UPT kec Medan Labuhan.

“Kasus ini, masih dalam pengembangan dan tersangka sudah kita lakukan penahanan,” ucapnya

Ia menjelaskan, dalam modusnya tersangka memang sengaja meminta uang tersebut kepada setiap guru yang mengajukan pinjaman kredit multi guna. Seperti yang dilakukannya kepada Rosmianti guru Sekolah Dasar (SD) yang meminjam uang sebesar Rp 210 juta dan Zainun (54), PNS, yang meminjam Rp 110 juta.

Untuk barang bukti selain, uang dari kedua amplop tersebut, Polisi juga mengamankan satu unit mesin kalkulator, dua lembar foto copy permohonan kredit Multiguna atas nama Zainun,Spd dan Rosmawati,Spd yang belum ditanda tangani.

Sebelumnya,  Tim Saber Pungli Polda Sumut kembali beraksi dengan melakukan  oprasi tangkap tangan (OTT) kepada Armaini (50) yang merupakan pegawai pembantu Bendahara UPT Kec. Medan Labuhan warga jalan Kutilang IV No. 143 Kel. Kenanga Baru Kec. Percut Sei Tuan. Dalam oprasi tersebut, polisi berhasil mengamankan uang sebesar Rp 8.5 Juta.

Kadiv Humas Polda Sumut Kombes Rina S Ginting, Jumat (13/1/2016) kepada wartawan mengatakan, penangkapan tersebut terjadi pada, Kamis (12/1/2016), berawal saat Aiptu Eben Ezer Sidabutar dan Brigadir Adi Surahman yang sedang bertugas di Polda Sumut dihubungi melalui handphone oleh Zainun,Spd (54) seorang  guru PNS yang beralamat  di jalan KL Yos Sudarso KM 17,5 Simpang Kantor dan Rosmawati,Spd (56) warga  jalan KL Yos Sudarso KM 17,5 Simpang Kantor

Saat memberikan laporan tersebut Zainun mengatakan, telah terjadi tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Bendahara UPT atas nama Armaini, dengan cara setiap guru mengajukan permohonan pinjaman uang ke Bank Sumut Belawan wajib memberikan tiga persen dari total jumlah pinjaman kredit  multi guna yang mereka ajukan ke Bank Sumut cabang Belawan.

Hal tersebut harus dilakukan oleh para guru, bila ingin Proses pengajuan pinjaman mereka keluar. Karena merasa gerah, dengan tingkah bendahara UPT Kec Medan Labuhan itu mereka memberanikan diri membuat laporan tersebut

Mendapat informasi tersebut,  tim bersama dengan korban mendatangi Bank Sumut cabang Belawan dengan maksud melakukan penyidikan dengan jarak dekat.

Sesampainya didalam kantor tersebut kedua korban langsung menemui Armaini yang sebelumnya telah berada di dalam ruang lobi, sedangkan petugas mengamati mereka gerak-gerak pelapor dan Armaini

Setelah proses dilakukan oleh pihak Bank, kedua korban mendapatkan uang pinjaman yang diinginkan. Lalu kedua pelapor  mendatangi Armaini yang duduk diruang lobi.

 

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Polda Sumut, Masih belum Tentukan Tersangka Baru Terkait Pungli Bendahara UPT | Suara Kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

To Top