Hot News

Paksa Guru Berikan 3 Persen dari Pinjaman,  Bendahara UPT ini diringkus Polisi

Katimsus Saber Publi AKBP Sandy Sinurat saat melakukan pemaparan penangkapan Bendaraha UPT Medan Labuhan

Medan – Tim Saber Pungli Polda Sumut kembali beraksi dengan melakukan  oprasi tangkap tangan (OTT) kepada Armaini (50) yang merupakan pegawai pembantu Bendahara Kec. Medan Labuhan warga jalan Kutilang IV No. 143 Kel. Kenanga Baru Kec. Percut Sei Tuan. Dalam oprasi tersebut, polisi berhasil mengamankan uang sebesar Rp 8.5 Juta.

Kadiv Humas Polda Sumut Kombes Rina S Ginting kepada wartawan mengatakan, penangkapan tersebut terjadi pada, Kamis (12/1/2016), berawal saat Aiptu Eben Ezer Sidabutar dan Brigadir Adi Surahman yang sedang bertugas di Polda Sumut dihubungi melalui handphone oleh Zainun,Spd (54) seorang  guru PNS yang beralamat  di jalan KL Yos Sudarso KM 17,5 Simpang Kantor dan Rosmawati,Spd (56) warga  jalan KL Yos Sudarso KM 17,5 Simpang Kantor

Saat memberikan laporan tersebut Zainun mengatakan, telah terjadi tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Bendahara UPT atas nama Armaini, dengan cara setiap guru mengajukan permohonan pinjaman uang ke Bank Sumut Belawan wajib memberikan tiga persen dari total jumlah pinjaman yang mereka ajukan.

Hal tersebut harus dilakukan oleh para guru, bila ingin proses pengajuan pinjaman mereka keluar. Karena merasa gerah, dengan tingkah bendahara UPT Kec Medan Labuhan itu mereka memberanikan diri membuat laporan tersebut

Mendapat informasi tersebut,  tim bersama dengan korban mendatangi Bank Sumut cabang Belawan dengan maksud melakukan penyidikan dengan jarak dekat. Sesampainya didalam kantor tersebut kedua korban langsung menemui Armaini yang sebelumnya telah berada di dalam ruang lobi, sedangkan petugas mengamati mereka gerak-gerak pelapor dan Armaini

Setelah proses dilakukan oleh pihak Bank, kedua korban mendapatkan uang pinjaman yang diinginkan. Lalu kedia pelapor  mendatangi Armaini yang duduk diruang lobi.

Terjadilah pembicaraan antara korban dan Armaini beberapa kali mengetik tuts kalkulator yang dipegangnya dan menunjukkan kepada kedua korban, jumlah nominal yang harus mereka serahkan.

Lalu sekira pukul 16.00, kedua korban masing-masing memegang amplop warna putih dan menyerahkan kepada Armaini dan memasukan ke amplop tersebut kedalam tas yang disandangnya.  Melihat hal tersebut tim yang sudah mengawasi gerak gerik mereka, langsung menghampiri Armaini dan menyuruh membuka tas yang disandangnya.

Namun saat polisi memintanya untuk mengeluarkan isi tas tersebut untuk megeluarkan amplop dari kedua korba tersebut, armaini sempat bersikeras. Ia tidak mau memberikan amlop dari tas tersebut, dengan alasan amplop itu merupakan uang koperasi.

Namun setelah didesak dan dikatakan dirinya dari tadi diawasi,   ia pun langsung memberikan kedua amplop tersebut yang dikeluarkan dari tasnya. Dari masing-masing Amlop berjumlah Rp 8.5 Juta.

“Untuk amlpop pertama terdapat uang berjumlah Rp 5 juta dan yang kedua Rp 3.5 juta,” ucapnya.

Saat itu, juga tim dari Polda Sumut langsung membawa Armaini dan kedua amplop putih yang berisi uang tersebut ke Polda Sumut untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan.

Selain uang dari kedua amplop tersebut, Polisi juga mengamankan satu unit mesin kalkulator, dua lembar foto copy permohonan kredit atas nama Zainun,Spd dan Rosmawati,Spd yang belum ditanda tangani.

“untuk pelaku, saat ini maish terus kami lakukan pemeriksaan,” ucapnya.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top