Kriminal

Dititip Stabilizer Hasil Curian, Eh Malah Dibawa Kabur Teman

Karena Setres Penyakit Tak Sembuh, Gantung Diri Detikpost.com-Setres karena penyakit tak kunjung sembuh Kakek pensiunan karyawan PTPN III Dolok Merawan, Dasar (92) warga Dusun III Desa Bandarawan Kecamatan Dolok Merawan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) tewas gantung diri dengan menggunakan seutas tali di pintu kamar tidurnya, Sabtu (14/1) malam. Menurut saksi mata yang juga masih keluarga korban, Wulan (19) yang juga tinggal di Dusun III Desa Bandarawan Kecamatan Dolok Merawan Kabupaten Sergai, awal mula dirinya mengetahui kejadian tersebut saat hendak mengantarkan makanan kepada korban. Setiap harinya aku yang selalu mengantarkan nasi kepada kakek itu, karena sejak istrinya meninggal beberapa tahun lalu, Kakek itu hidup sendiri sedangkan anaknya tinggal diluar kota. Begitu sampai dirumahnya aku mengedor pintu depan dan memanggil kakek namun tak ada sahutan. Ternyata saat kuintip melalui jendela depan rumah itu, rupanya kakek itu sudah gantung diri didepan pintu kamarnya," jelas Wulan. Karena terkejut dan takut melihat kejadian tersebut, Wulan kemudian menjerit minta tolong kepada warga sekitar. Warga yang mendengar teriakan Wulan kemudian datang dan membuka paksa pintu depan kediaman korban dan yang tubuhnya sudah tergantung dengan seutas tali dalam kondisi tidak bernyawa lagi. Selanjutnya salah seorang warga menghubungi petugas kepolisian Polsek Dolok Merawan. Mendapat informasi tersebut pihak Identifikasi Polres Tebing Tinggi dan Polsek Dolok Merawan langsung turun kelokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, karena pihak keluarga tidak mengizinkan untuk dilakukannya otopsi, pihak kepolisian hanya melakukan visum luar saja. Dari keterangan keluarga dan tetangga korban, diketahui kemungkinan korban setres setelah penyakit lambung yang telah lama dideritanya tidak kunjung sembuh hingga diduga korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Kasubbag Humas Polres Tebing Tinggi, AKP MT Sagala, Minggu (15/1) membenarkan adanya kejadian warga tewas bunuh diri. "Dari hasil laporan anggota kepolisian dilapangan, bahwa korban tewas murni akibat gantung diri. Dan kita juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan ataupun bekas penganiayaan pada jasad korban", jelas MT Sagala. (del/nal) Keterangan Foto : Petugas Identifikasi Polres Tebing Tinggi dan Polsek Dolok Merawan saat melakukan olah TKP dan visum luar kepada jasad korban gantung diri.

Tebing Tinggi – Untung tidak didapat, sial malah diraih itu lah ungkapan yang tepat ditujukan kepada Subandi alias Bandi (23), buruh bongkar muat Ubi yang tinggal di Jl. Ir H Djuanda Lk II Kl.Karya Jaya Kec. Rambutan Tebing Tinggi ini. Pasalnya, setelah dia berhasil mencuri satu unit Stabilizer (pengatur arus listrik) milik pabrik tapioka PT Sumatera Telaga Tapioka yang berlokasi Jalan Ir H Djuanda Tebing Tinggi, malah Stabilizer tersebut dicuri temannya dan kini ia harus berurusan dengan pihak kepolisian, Minggu (15/1/2016)

Informasi yang didapat, setelah berhasil mencuri satu unit Stabilizer itu, Bandi menitipkan barang curiannya kepada temannya Budi. Sialnya, Stabilizer hasil curian tersebut malah kabur Budi.

Kapolsek Rambutan AKP Supendi melalui Kasubbag Humas Polres Tebing Tinggi AKP MT Sagala didampingi Kanit Reskrim Ipda A Nababan mengatakan bahwa penangkapan terhadap pelaku dilakukan setelah pihak PT Sumatera Telaga Tapioka melaporkan kejadian pencurian tersebut.

Identitas pelaku pencurian berhasil diketahui setelah melihat rekaman CCTV yang terpasang didalam lokasi pabrik. Dari rekaman CCTV diketahui pada tanggal 16 Desember 2016 sekira pukul 03.00 Wib, pelaku terlihat masuk kedalam lokasi pabrik dengan cara memanjat dinding tembok belakang pabrik.

Selanjutnya pelaku masuk keruang pembakaran dan mengambil satu unit Stabilizer dengan mengunakan Obeng yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh pelaku. Kemudian pelaku kabur juga melalui memanjat tembok belakang pabrik.

Berdasarkan petunjuk rekaman CCTV tersebut dan hasil penyelidikan yang dilakukan pihak Polsek Rambutan, akhirnya tersangka berhasil ditangkap dikediamannya setelah sebelumnya sempat kabur selama lebih dari dua minggu.

Kini tersangka telah ditahan di Polsek Rambutan guna menjalani pemeriksaan. Kepada petugas tersangka mengaku bahwa usai beraksi dan merasa dirinya telah terekam CCTV, tersangka kemudian mendatangi kediaman Budi, temannya yang masih berada di Jalan Ir H Djuanda untuk menitipkan Stabilizer curian tersebut sebelum kabur.

“Sebelum kabur keluar kota, aku menitipkan Stabilizer tersebut kepada Budi. Namun saat kembali dan hendak menjual barang curian tersebut ternyata Budi sudah tidak kelihatan beserta Stabilizer itu. Sementara kini aku sudah ditangkap polisi”, ujar tersangka.

Kini tersangka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. “Atas perbuatan yang dilakukannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 5e KUHPidana dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. Sedangkan Budi masih terus dilakukan pencarian”, terang AKP MT Sagala. (del/nal)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

To Top