Kriminal

Polda Sumut, Masih belum Tentukan Tersangka Baru Terkait Pungli Bendahara UPT

Polda Sumut saat melakukan pemaparan teartangkapnya bendahara UPT Medan Labuhan

Medan – Hingga saat ini, Polda Sumut masih belum ada menetapkan tersangka baru, kasus dugaan tindak pidana pungli yang dilakukan Armaini bendahara KUPT Kec Medan Labuhan  yang memaksa guru memberikan 3 persen dari total pinjaman kredit multiguna di Bank Sumut, Senin (16/1/2016).

Padahal dalam penyelidikkan, Armaini sempat mengaku 0,5 persen dari total 3 persen uang tersebut, akan diserahkan kepada oknum kepala sekolah ditempat Zainun,Spd (54) Rosmawati,Spd (56) mengajar.

Baca juga:

Paksa Guru Berikan 3 Persen dari Pinjaman,  Bendahara UPT ini diringkus Polisi

Armaini Sudah tiga Tahun Menjabat Bendahara UPT

“Sejauh ini memang belum ada (penambahan tersangka baru). Namun kemungkinan akan bertambahnya tersangka tentu saja bisa. Tapi, penetapan itu pun harus didukung bukti-bukti dan keterangan saksi,” ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada wartawan

Hingga saat ini jelas Nainggolan, penyidik masih terus mendalami proses penyidikan kasus OTT Pegawai Negeri Sipil (PNS) Disdik Medan yang menetapkan Bendahara UPT Medan Labuhan tersebut.

“Penyidik akan segera memanggil oknum kasek dan kepala UPT,” jelasnya.

Namun sejauh ini, pemanggilan mereka masih dalam kapasitas sebagai saksi. Ia juga mengataan, tidak menutup kemungkinan kemungkinan akan ada tersangka baru terkait kasus ini.

“Oknum-oknum yang disebutkan tersangka menerima (terlibat) komisi pinjaman itu, dalam waktu dekat akan dipanggil penyidik. Pemanggilannya sebagai saksi, tapi bisa saja menjadi tersangka,” kata Nainggolan sambil mengatakan, bukti dan keterangan saksi akan menentukan status terperiksa berikutnya.

Dalam pemeriksaan sebelumnya, tersangka Armaini sempat mengaku, 0,5 persen dari permintaan kepada peminjamkisaran 2,5 hingga 3 persen itu mengalir ke oknum kepala sekolah. Tersangka mematok komisi kepada guru-guru di Kecamatan Medan Labuhan yang meminjam uang ke bank.

Kasubdit III/Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sumut, AKBP Dedi Kurniamenyatakan, penyidik menduga praktik yang dilakoni Armaini dilakukan secara terstruktur. Karenanya, penyidik akan memanggil pihak-pihak yang disinyalir terlibat dalam kasus tersebut.

Masih katanya, pemanggilan tersebut rencanya akan dilakukan pada Rabu (18/1) dan Kamis (19/1) untuk membuktikan petunjuk dari pengakuan Armaini yang menyebut, komisi yang dipatoknya mengalir kepada oknum kepala sekolah. (erd)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top