Hot News

Pengusaha yang Tertembak, Merupakan Terlapor Pencemaran Nama Baik

Jenazah Kuna pengusaha Air Softgun saat di rumah sakit

MEDAN – Indra Gunawan alias Kuna pemilik Toko Guna Soft Gun yang tewas ditembak oleh dua orang tak dikenal didepan tokonya pada Rabu (18/1/2017) pagi sekira pukul 08.00, merupakan terlapor pencemaran nama baik oleh Ketua Parisada Sumut Narensami dan Parisada Medan S Siwaji Raja.

Seperti diketahui, Kuna dilaporkan ke Polda Sumut sesuai dengan Nomor : STTPL/172/II/2016/SPK III tanggal 15 Februari 2015. Dia disangka melanggar Pasal 27 (3) UU RI NO II Tahun 2008. Tentang ITE dan Pasal 310 KUHPidana.

Dalam laporan elemen masyarakat Hindu, Kuna dilaporkan  berdasarkan status Facebook Gadah Sutam yang tertulis Narensami (Ketua Parisada  Sumut) adalah Pencuri dan akun facebokk tersebut juga telah menuduh Ketua Parisada Medan S Siwaji Raja membuka kafe untuk orang India agar bisa mabuk-mabukan

Baca: Kronologis Penembakkan Pengusaha Air Soft Gun

Dalam pemeriksaan ternyata, akun facebook atas nama Gadah Sutam dikelola oleh Kuna. Dengan tewasnya Kua tertembak pagi tadi, penyidik Subdit II/Cyber Crime Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut, terpaksa menghentikan penyidikan kasus dugaan pencemaran nama baik  tersebab

“Dengan tewasnya kuna, otomatis kasus pencemaran nama dengan terlapor (Kuna) gugur demi hukum,” ucap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting melalui Kasubbid Penmas, AKBP MP Nainggolan.

Masih kataya, setiap orang berurusan dengan hukum kemudian meninggalkan dunia dengan berbagai penyebab, sesuai aturan proses penyidikan terhadap yang bersangkutan terhenti.

“Hal tersebut sudah diatur dalam KUHP, setiap orang yang terkena masalah hukum, maka kasus atau tuntutan hukum yang menimpanya dihentikan,” ucapnya

Sementara itu terkait penembakkan yang menewaskan Kuna, kepolisian sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan telah membentuk tim untuk memburu pelaku penembakkan.

Baca: Polisi Periksa Empat Saksi Kasus Penembakkan Pengusaha Soft Gun

“Sudah dilakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti, mendata saksi dan mengembangkan motif dan modus operandi dalam kasus tersebut,” jelasnya.

Untuk tim sambungnya, saat ini Polda Sumut memback up Polrestabes Medan dalam mengungkap kasus penembakkan tersebut.

Nainggolan menceritakan,  selama ini telah mengenal bak Kuna karena sering berkunjung ke Mapolda Sumut terkait usaha yang dijalaninnya. Tidak hanya itu sambungnya, Kuna juga mahir memperbaiki senjata api.

“Kenal baik lah sama  almarhum karena pandai menservis (perbaiki) senjata anggota yang rusak,”  ucap Nainggolan.

Sementara itu, Subdit II/Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda sumut yang menangani kasus pencemaran nama baik dengan terlapor Kuna atas laporan Ketua Parisada Sumut Narensami dan Parisada Medan S Siwaji Raja. Penyidik telah memintai keterangan sejumlah saksi.

Dalam kasus ini, penyidik memintai keterangan saksi ahli dari Informasi Teknologi Elektronik (ITE) USU, yang kini belum mendapatkan jawaban.

“Ahli ITE sudah disurati tapi belum ada balasannya. Ahli bahasa sudah diperiksa,” tandas (mantan) Kasubdit II/Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Sumut, AKBP Yemmi Mandagi. (srw)

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Ngogesa Indra Gunawan Kader Terbaik Golkar | Suara Kita

  2. Pingback: Kuna Pernah Sebut, Otak Pelaku Pembunuhan Membuka Kafe Untuk Orang India Mabuk-mabukkan | Suara Kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

To Top