Metro

Polisi Periksa Empat Saksi Kasus Penembakkan Pengusaha Soft Gun

TKP Penembakkan Pengusaha Soft Gun

MEDAN – Hingga saat ini Dirkrimum Polda Sumut  dan Polrestabes Medan masih melakukan penyelidikkan terkait kasus penembakkan Indra Gunawan (45) alias Kuna pemilik, pengusaha penjualan Air Soft Gun dan senapan angin hingga tewas. Sejauh ini sudah ada empat orang saksi yang diperiksa terkait kasus pembunuhan tersebut

Dirkrimum Polda Sumut Kombes Nur Fallah saat ditemui dilokasi, mengaku polisi sedang melakukan penyelidikan terkait kasus penembakkan terssebut yang berujung pada kematian.

” Sekarang ini ada 4 saksi yang sudah kita periksa yakni 2 karyawan, istri dan sopirnya korban yang bernama lrfan,” katanyanya

Ketika ditanya motif  dan senjata yang telah menewaskan korban. Dirinya mengaku belum mengetahuinya dan masih dalam penyelidikan.

” Mayat korban akan kita otopsi dulu untuk mengetahui jenis senjata api yang telah menewaskannya,” ucapnya

Baca: Kronologis Penembakkan Pengusaha Soft Gun

Kabar adanya kasus penembakan membuat sejumlah polisi dari Polsek Medan Barat dan Polrestabes Medan langsung turun kelokasi. Bahkan sejumlah saksi ditanyai satu persatu.

Bukan itu saja, Tim Identifikasi Polrestabes Medan inipun terlihat sibuk mencari barang bukti termasuk selongsong peluru yang digunakan para pelaku. Bahkan Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Febriansyah serta Kapolsek Medan Barat Kompol Victor Ziliwu langsung turun ke lokasi.

” Pada saat kejadian saya baru akan membuka pintu toko. Tiba-tiba saja pak Kuna sudah tergeletak di tanah,”  ucapnya Amri (50), saat ditanya dilokasi kejadian.

Pria yang mengenakan topi ini juga mengakubegitu mengetahui majikannya tergeletak langsung membantu memasukan bosnya itu  ke dalam mobil dan membawa korban ke rumah sakit.

” Saya tak tahu yang saya dengar cuma letusan senjaya api saja,” akunya.

Sementaara itu berdasarkan pengakuan Afrizal alias Bob mengaku ketika itu majikannya baru saja membeli susu yang tak jauh dari lokasi toko. Pada saat akan kembali dan berada persis di depan toko, seorang pria pakai helm tertutup langsung menembak dadanya dan langsung melarikan diri dengan sepeda motor yang sudah stanby di seberang jalan, beserta seorang pelaku lainnya yang  langsung melaju ke arah Jalan Perdana Medan.

” Ada satu pelaku pakai helm tertutup yang langsung menembak dada pak Kuna,” aku Bob yang baru beberapa hari bekerja di Toko Kuna tersebut.
Sebelumnya, berdasarkan data yang dikumpulkan dari lokasi kejadian, peristiwa penembakan pengusaha penjualan senapan angin dan air sofy gun yang diketahui bernama Indra Gunawan alias Kuna (45), warga Jalan Bambu Pasar 4 Helvetia, Medan Helvetia. Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Putri Hijau Medan Barat, sayangnya nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Kejadian tersebut bermula dari kedatangan korban bersama dengan istrinya Awijah (40), dengan mengendarai mobil Pajero miliknya untuk membuka toko usahanya yang berada di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Kesawan Medan Barat, Rabu (18/1/2017) sekira pukul 08.30 WIB.

Begitu korban turun dari dalam mobilnya langsung berjalan ke sebelah tokonya untuk membeli susu. Setelah itu korban pun berjalan kembali ke arah tokonya.

Namun tanpa disadarinya, seorang pria yang tak dikenal datang menghampiri dan langsung menembakan pistol yang diduga berjenis FN itu ke arah dada kiri pemilik Toko Kuna tersebut. Setelah itu langsung kabur melarikan diri dengan menancap gas sepedamotornya  ke arah Jalan Perdana Medan.

Akibat peluru yang menembus di dada sebelah kirinya membuatnya langsung roboh dan jatuh ke tanah persis di depan toko miliknya.

Mengetahui suaminya tergeletak di tanah, Awijah pun langsung menjerit minta tolong. Jeritan istri korban inipun langsung didengar warga sekitar dan kedua karyawannya serta sopirnya langsung membawanya ke Rumah Sakit Putri Hijau Medan Barat.

Namun belum lagi mendapatkan perawatan medis, mantan ketua Perada dan aktif membangun kuil-kuil inipun akhirnya meninggal dunia. Guna pengusutan dan mengotopsi untuk mengetahui peluru dan jenis senjata api yang digunakan pelaku, akhirnya mayat korban diboyong ke RS Brimob Jalan KH Wahid Hasyim Medan.  (srw)

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top