Hot News

Kuna Pernah Sebut, Otak Pelaku Pembunuhan Membuka Kafe Untuk Orang India Mabuk-mabukkan

Jenazah Kuna pengusaha Air Softgun saat di rumah sakit

* Pembunuhan Kuna Berlatar Belakang Dendam

MEDAN – Tertangkapnya S Siwaji Raja seorang pengusaha pertambangan yang menjadi otak pembunuhan  Indra Gunawan alias Kuna, semakin memperjelas motif pembunuhan terebut berdasarkan dendam.

Seperti diketahui S Siwaji Raja pernah menjabat sebagai ketua Parisada kota Medan. Ia pernah melaporkan korban (Kuna) ke Polda Sumut atas pencemaran nama baik sesuai dengan Nomor : STTPL/172/II/2016/SPK III tanggal 15 Februari 2015. Dia disangka melanggar Pasal 27 (3) UU RI NO II Tahun 2008. Tentang ITE dan Pasal 310 KUHPidana.

Dalam laporannya Kuna dilaporkan  berdasarkan status Facebook Gadah Sutam yang tertulis Narensami (Ketua Parisada  Sumut) adalah Pencuri dan akun facebokk tersebut juga telah menuduh Ketua Parisada Medan S Siwaji Raja membuka kafe untuk orang India agar bisa mabuk-mabukan

Baca: Pengusaha yang Tertembak, Merupakan Terlapor Pencemaran Nama Baik

Dalam pemeriksaan ternyata, akun facebook atas nama Gadah Sutam dikelola oleh Kuna. Dengan tewasnya Kua tertembak pagi tadi, penyidik Subdit II/Cyber Crime Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut, terpaksa menghentikan penyidikan kasus dugaan pencemaran nama baik  tersebab

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel kepada sejumlah wartawan di Rumah Sakit Bhayangkara Jalan KH Wahid Hasyim, Minggu (22/1/2017) , mengatakan pembunuhan bersenjata ini dilakukan oleh satu kelompok yang terorganisir, serangkaian pembunuhan berseri, jadi ada dua seri pembunuhan.

“Sebelumnya pada 2014  lalu, para tersangka juga membunuh karyawan Kuna dan ini aksi rangkaian pembunuh untuk kedua kaliya,” jelasnya

Pembunuhan yang pertama yang dilakukan kelompok ini, dijelaskan Rycko, terjadi tanggal 5 April 2014 silam yang menewaskan karyawan Toko Kuna Air Soft Gun, bernama Wiria di Jalan Ahmad Yani Medan dengan cara dipukul memakai benda tumpul, dan pembunuhan seri yang kedua terjadi 18 Januari 2017 yang merenggut nyawa target utama, Indra Gunawan alias Kuna di lokasi yang sama.

“Dua seri pembunuhan dilakukan oleh kelompok yang sama, kelompok bersenjata yang sama, terhadap korban yang sama,” kata Kapolda.

Baca: Ternyata Harga Membunuh Kuna Rp 2.5 Miliar‎‎ Rupiah

Dikatakan Rycko, kasus ini terungkap setelah penyidik gabungan Polsek Medan Barat, Polsek Medan Kota, Polrestabes Medan, dan Polda Sumut yang dipimpin langsung Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho dan Direskrimum Polda Sumut Kombes Pol Nur Fallah, diawali dengan pengungkapan kasus yang pertama.

“Pengungkapan ini diawali dengan pengungkapan kasus seri pertama, dengan menangkap tersangka Muslim, Sabtu, (21/1/2017) kemarin sore, di Bakaran Batu, kemudian berturut- turut ditangkap tersangka Culun.

Muslim ini adalah pada saat itu sebagai eksekutor dan Culon pengendara sepeda motor,yang memukul langsung Muslim,” ujar Rycko.

Dari penangkapan terhadap dua orang tersangka ini, Kapolda juga membeberkan polisi mendapatkan informasi penting kalau keduanya pernah mendapat tugas untuk membunuh di seri kedua, namun keduanya menolak. Penyidik gabungan yang mendapatkan  keterangan itu  lalu bekerjasama dengan Mabes Polri, selanjutnya melakukan pengembangan kasus.

“Kita mengungkap jaringan pembunuh bayaran yang besar, dalam penangkapan ketiga ditangkap joki sepedamotor pada waktu  dinihari, di Karang Sari Polonia,” kata dia.

“Dari Jo Hendal ini diketahui otak pimpinan jaringan pembunuh bayaran tersebut, lalu ditangkap  Rawi sekitar jam lima pagi, dari Rawi berkembang senjata ada dan disimpan Ayen dan menyerahkannya  kepada tersangka John Marwan yang ditangkap berturut -turut sampai dengan tadi pagi ini,” sambung dia. (ts)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Dalang Pembunuhan Kuna Terancam hukuman Mati | Suara Kita

Leave a Reply

Top News

To Top