Disita Dari 5 Tersangka Jaringan Internasional, Polrestabes Medan Musnahkan Narkoba Senilai 61 Miliar Rupiah

oleh
Kapolrestabes Medan Kombes Sandi Nugroho didampingi Kasat Narkoba AKBP Ganda MH Saragih saat memasukan narkoba ke mesin incenerator
Kapolrestabes Medan Kombes Sandi Nugroho didampingi Kasat Narkoba AKBP Ganda MH Saragih saat memasukan narkoba ke mesin incenerator

Medan – Untuk melengkapi berkas acara  pemeriksaan perkara agar sampai ke persidangan, Sat Res Narkoba Polrestabes Medan memusnahkan narkoba yang nilainya mencapai 61 miliar rupiah dengan cara dimasukan ke dalam alat pemusnahan yang bernama mesin Incenerator di halaman Mapolrestabes Medan, Jumat ( 20/1/2017) siang.

Kapolrestabes Medan Kombes Sandi Nugroho didampingi Kasat Narkoba AKBP Ganda MH Saragih dan Wakasat  Narkoba Kompol Boy J Situmorang  mengatakan pemusnahan narkoba ini merupakan bukti tegas polisi dalam memerangi dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

” Pemusnahan ini kita lakukan secara terbuka kepada publik agar tidak muncul persepsi negatif di masyarakat,” aku Sandi.

Dalam acara pemusnahan narkoba di halaman kantor polisi yang berada di Jalan HM Said Medan serta dihadiri tim Labfor Medan, BNN, pihak Kejaksaan dan para tersangka termasuk penasihat hukum. Sandi juga mengatakan jumlah narkoba yang dimusnahkan nilainya mencapai 61 Miliar rupiah yang terdiri dari lebih dari 25 Kg sabu-sabu dan lebih dari  20 ribu butir ekstasi yang disita dari 5 orang tersangka.

” Yang kita musnahkan sekitar lebih  kurang 25 Kg sabu, 20 ribu lebih butir ekstasi yang kita sita dari 5 tersangka jaringan narkoba yang terbagi dalam  5 laporan polisi,” akunya.

Berdasarkan pantauan, dalam pemusnahan barang haram itu, pihak kepolisian terlebih dahulu melakukan pengujian sample untuk memastikan kalau barang yang disita dari para jaringan narkoba ini memang benar- benar narkoba yang dilakukan oleh tim Labfor. Setelah itu barang narkoba jenis sabu itupun  dimasukan secara bergantian ke dalam mesin Incenerator yang didatangkan dari BNN Sumut.

Adapun  barang bukti yang dimusnahkan dengan 5 tersangka  dari 5 laporan itu salahsatunya dari keberhasilan petugas Sat Res Narkoba Polrestabes Medan yang menangkap dan menambak mati seorang bandar narkoba setelah 3 butir peluru  menembus bagian dada dan tangan tersangka.

Selain menembak mati sang bandar diduga jaringan internasional ini, polisi juga mengamankan seorang tersangka lainnya dan menyita 10,1 Kg Sabu yang dikemas dalam 10 bungkus kemasan bubuk teh bertuliskan aksara Tiongkok. Guna pengusutan lebih lanjut barang bukti beserta seorang kurirnya kini diamanakan di Mapolrestabes Medan.

Sedangkan jasad sang bandarnya diserahkan ke RS Bhayangkara Medan Jumat, (23/12/2016) malam lalu. Dalam penggerebekan   jaringan sindikat narkoba jenis sabu- sabu dan pil ekstasi ini dilakukan di 2 lokasi yakni di Jalan Sidumolyo Gang Semangka, Desa Bandar Kalipah Kecamatan Percut Sei Tuan, dan di  Jalan Pasar IV Barat Marelan Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan, Jumat (23/12/2016) kemarin.

Penggerebekan di lokasi gembong narkoba ini bermula adanya laporan masyarakat yang menyebutkan bahwa adanya aktivitas peredaran narkoba yang di Jalan  Sidumolyo Gang Semangka Percut Sei Tuan. Petugas yang mendapat informasi itu kemudian menggerebek rumah seorang pria berinisial RL,29, dan ditemukan barang bukti narkoba 100 gram.

Selanjutnya petugas melakukan pengembangan, kepada pemilik barang, yang diketahui berinisial FR,25 , warga asal Aceh Utara, yang bermukim di Jalan Pasar IV Barat Medan Marelan. Dan saat digeledah petugas menemukan barang bukti 10 Kg sabu sabu yang disimpan di dalam kamar di sebuah tas berwarna hitam.

Kemudian pada, Sabtu (26/11/2016) lalu sekira pukul 18.30 WIB polisi juga mengamankan 15 Kg sabu, 20 ribu butir ekstasi dari tangan tersangka Lukman Hakim,36, warga Palong Dusun Palong Kecamatan Glumbang Baro Pidie. Tersangka ini ditangkap dari Jalan Utama Pasar 13 Dusun Kampung Kolam Percut Sei Tuan.  (srw)