Ternyata Harga Membunuh Kuna Rp 2.5 Miliar‎‎ Rupiah

oleh
TKP Penembakkan Pengusaha Soft Gun
TKP Penembakkan Pengusaha Soft Gun

Medan – Misteri pembunuhan terhadap Indra Gunawan alias Kuna (45) yang tewas ditembak di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Kesawan Kecamatan Medan Barat, Minggu (22/1/2017) akhirnya terungkap.

Bahkan dalam kasus ini polisi meringkus 8 orang dalam rangkaian drama penangkapan yang menewaskan 2 tersangkanya.

Dan ternyata motif pembunuhan ini dikarenakan tersangka dendam lantaran ada perkataan korban yang tidak dapat diterimanya, sehingga memesan pembunuh bayaran untuk menghabisinya. Bahkan para tersangka ini  juga merupakan komplotan yang sama, yang membunuh karyawan korban di Jalan Ahmad Yani Medan pada  tahun 2014 dilam.

Adapun otak pelaku yang ditangkap polisi di Jambi berinisial RJ alias Raja,45, yang merupakan seorang pengusaha tambang. Sedangkan tersangka lain, Jo Hendal alias Zendal,41, warga Jalan Sukaraja Batubara Sumatera Utara berperan sebagai joki sepeda motor, Chandra alias Ayen,38, warga Jalan Tulang Bawang No.6 Medan Petisah berperan yang menyimpan senjata api, John Marwan Lubis alias Ucok,62, warga Jalan Sei Deli Medan, yang juga berperan menyimpam senjata api.

Tersangka Wahyudi alias Culun,33, warga Jalan Karya Jaya Gang Karya Ikhlas Kecamatan Medan Johor, berperan membantu tersangka pemukulan untuk kabur, dan M Muslim ,31, warga Jalan Sampali No 74 Kelurahan Pandau Hulu Kecamatan Medan Area yang berperan membunuh karyawan korban tahun 2014 silam.

Tersangka Zohendra alias Zen (buka baju) saat diamankan polisi
Tersangka Zohendra alias Zen (buka baju) saat diamankan polisi

Sedangkan dua tersangka yang tewas ditembak karena melawan saat ditangkap yakni Putra,31, yang berperan sebagai eksekutor penembak Kuna, dan Rawindra alias Rawi, 40, warga Jalan Waru Medan, yang berperan mencari eksekutor dan skenario pembunuhan.

Dalam penangkapan ini petugas mengamankan barang bukti tiga pucuk senjata api jenis revolver.

“Pembunuhan bersenjata ini dilakukan oleh satu kelompok yang terorganisir, serangkaian pembunuhan berseri, jadi ada dua seri pembunuhan,” kata Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel kepada sejumlah wartawan di Rumah Sakit Bhayangkara Jalan KH Wahid Hasyim, Minggu (22/1/2017) .