Tujuh  Murid SMP Aniaya Mahasiswa

oleh
korban saat buat pengaduan
korban saat buat pengaduan

Medan – Gara-gara meminta kembali handphonenya yang tertinggal di warung internet (warnet), seorang mahasiswa dianiaya oleh Tujuh pelajar SMP di Jalan Bhayangkara, Kel Indrakasih, Kec Medan Tembung, Jumat (20/1/2017).

Akibatnya, Adi Kristian Hutauruk (22) warga Asrama SPN Sampali, Kec Medan Tembung, menderita luka memar.

Kepada petugas SPK Polsek Percut Seituan, Adi menuturkan, pada Kamis ( 19/1/2017) malam dirinya bermain game di warnet dan meletakkan Hapenya di depan komputer.
Beberapa jam kemudian, korban pulang ke rumahnya namun korban tak sadar bahwa Hapenya tertinggal di warnet tersebut.

Dan pada Jumat (20/1/2017) sekira pukul 10:00 WIB korban mendatangi warnet tersebut dan meminta agar pemilik warnet membuka rekaman kamera CCTV.

Setelah rekaman CCTV dibuka, korban melihat Hapenya diambil oleh seorang ABG dan korban mengenali wajah pelaku.

Ternyata, saat itu juga pelaku sedang bermain game di warnet tersebut sehingga korban mendatanginya sekaligus meminta Hapenya agar segera dikembalikan.
Pelaku meminta agar korban memberikan uang tebusan Rp 40.000 namun pelaku hanya memberikan uang Rp 20.000.
Usai mengembalikan Hape korban, pelaku langsung keluar dari warnet.
Tak berapa lama kemudian, tiba- tiba pelaku kembali ke warnet bersama 6 orang temannya yang sama-sama berseragam siswa SMP.”Mereka datang 7 orang dan seorang diantaranya memegang kayu balok. Pelaku hendak meminta kembali Hape ku tapi tak kuberikan,” tutur Adi, mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Medan ini.

Karena Hapenya tak diberikan, seorang pelaku langsung memukul wajah korban dengan kayu balok sehingga korban menderita luka memar. Selanjutnya, korban melaporkan peristiwa penganiayaan tersebut ke Polsek Percut Seituan. (Srw)