Hot News

Kapolda Sumut Sebut Masih Banyak Keluahan Masyarakat terhadap Polisi

Pelantikkan Brigjen Pol Agus Andrianto sebagai wakapolda Sumut

MEDAN – Kapolda  Irjen Pol. Dr H Rycko Amelza Dahniel menyebut complain masyarakat terhadap  kinerja kepolisian di Jajajran Polda Sumut masihtinggi, begitu juga dengan pelanggaran yang dilakukan personilnya juga masih cukup tinggi.

“Masyarakat yang komplain pada kinerja personil Polri dilapangan masih sangat tinggi, itu terbukti dari banyaknya Pengaduan Masyarakat (Dumas) yang masuk ke Polda Sumut, begitu juga dengan pelanggaran personil dilapangan juga masih cukup tinggi,”kata Kapolda

Dari catatan Polda Sumut, jumlah Dumas yang masuk atas berbagai kinerja Polri pada tahun 2016 sebanyak 1075 laporan. Kemudian, jumlah personil Polri yang melakukan pelanggaran disiplin sebanyak 1016 kasus, sedangkan jumlah pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh anggota Polri sebanyak 68 kasus.

“Pengaduan masyarakat itu menyangkut berbagai hal termasuk penanganan kasus, laporang pengaduan, pelayanan masyarakat dan lainnya.Sedangkan, pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh anggota Polri sebanyak 1016 kasus dan personil yang melakukan pelanggaran kode etik sebanyak 68 personil,”ujarnya.

Menurut Kapolda, personil Polri yang melakukan pelanggaran kode etik tersebut statusnya sudah diberhentikan dengan tidak hormat dari institusi kepolisian (PTDH). Namun, personil yang melakukan pelanggaran disiplin sifatnya masih dalam persidangan dan ditangani oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid-Propam).

“Personil yang melanggar disiplin, akan dibina dengan baik supaya lebih disiplin dalam bertugas. Namun, personil yang melanggar kode etik tidak bisa ditolerir dan langsung diberhentikan dengan tidak hormat. Itu dilakukan berdasarkan mekanisme yang ada di internal Polri,”terangnya.

Dia menyebut, tantangan dan tugas Polri kedepan akan semakin tinggi dan kompleks. Diantaranya, konflik sosial seperti intoleransi, terorisme, radikalisme dan ekstrimisme. Apalagi, pada 15 Februari mendatang dua Kabupaten/Kota di Sumut akan melakukan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yakni Kota Tebing-Tinggi dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

“Tantangan Polda Sumut pada tahun 2017 ini sangat kompleks karena adanya Pilkada serentak di dua Kabupaten/Kota. Diantara itu penanganan Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Pencurian dengan kekerasan (Curas), Pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), Peredaran narkoba serta tindak pidana Pungutan liar (Pungli),”sebutnya.

Oleh karenanya, sambung Kapolda, setiap personil Polda Sumut sudah harus mendisiplinkan diri dan melakukan persiapan, meningkatkan pelayanan Polri kepada Masyarakat dan menjaga Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif.

“Dalam hal ini, ada tiha hal pokok yang kami lakukan yakni meningkatkan kinerja dan modernisasi, melakukan pembenahan kultur dan meningkatkan kemampuan mengelola media. Saya menyebutnya Commander Wish,”terangnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, Komisaris Besar (Kombes) Pol Rina Sari Ginting menguraikan, dari 1016 kasus pelanggaran disiplin itu 93 kasus diantaranya melakukan perbuatan Pidana dan 137 lainnya melanggar Kode etik profesi.

“Uraiannya 137 pelanggaran kode etik, namun baru 68 orang yang diberhentikan dengan tidak hormat. Sisanya, masih dalam persidangan internal Polri. Sedangkan pelanggaran disiplin sebanyak 786. Untuk pelanggaran disiplin ini klasifikasinya banyak, saya tidak bisa menyebutkan satu per satu saat ini, itulah uraian singkatnya,”kata Rina.

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top