Kriminal

Rumahnya diserang, Ketua SPSI Dwikora Laporkan ketua PAC PP Helvetia

Ketua SPSI Dwikora  saat buat laporan di SPK Polrestabes Medan

MEDAN – Aksi pengrusakkan rumah oleh sekelompok organisasi kepemudaan kembali terjadi di Medan. Kali ini pengrusakkan rumah tersebut menimpa Ketua SPSI Dwikora, Juhariadi (42) warga Jalan Budi Luhur, Gang Jambu, Kelurahan Dwikora, Medan Helvetia, Kamis (2/2/2017)

Akibat pengrusakkan tersebut, Juhardi ditemani belasan anggotanya tersebut melaporkan kejadian tersebut ke Mapolrestabes Medan. Dalam laporannya tersebut, ia melaporkan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Helvetia Syahrul.

Hingga saat ini, belum diketahui apa pemicu aksi perusakkan rumah tersebut. Namun salah seorang korban bernama, Heri Efendi (35), warga yang sama mengaku penyerangan tersebut diduga lantaran rasa tak senang hingga saling tantang diantara Ketua SPSI Dwikora, Juhariadi dengan Ketua PAC PP Helvetia Syahrul ketika bertemu di kawasan Pabrik PT Global.

Saat bertemu, kedua sempat cekcok, Syahrul yang merasa tak senang tertantang, lalu menarik diri dan kembali datang bersama belasan unit sepedamotor dengan sekitar 40-an anggotanya yang memakai seragam loreng Pemuda Pancasila, langsung menyerbu kediaman dan kelompok Juhariadi yang saat itu sedang melaksanakan aktifitasnya.

“Saat itu kami lagi bongkar muat barang di PT Global, tiba-tiba saja kami diserang, “ sebut, Efendi, korban sekaligus saksi mata, saat ikut mendatangi Polrestabes Medan.

Disitu, puluhan massa PP  itu pun melempari rumah Juhariadi dengan batu. Akibatnya, seluruh kaca rumah sang Ketua SPSI itu pun porak-poranda.

Bahkan, teman-temannya yang sedang bongkar muat di depan pabrik, ikut jadi sasaran dengan pelemparan batu.

“Tidak hanya rumah ketua saja, kami yang tidak tahu apa-apa juga sempat dilempari batu sama mereka. Ini lihat, kaki sebelah kanan saya bengkak, bahu dan siku juga luka kena lempar batu,” akunya.

Setelah puas melaku penyerangan, Ketua PAC PP Helvetia  yang beserta teman dan anggotanya menyerobot masuk ke rumah Juhariadi.

Mereka menangkap lalu memukuli Juhariadi yang baru selesai mandi menggunakan tangan dan balok kayu.

“Ngak tahu apa sebabnya, mungkin karena masalah di lapangan. kami sudah lama kerja sebagai SPSI disitu. Mereka datang ramai dan langsung melempari rumah milik saya pakai batu. Saya lagi didalam juga ditangkap dan dipukuli sampai terjatuh,” kata, Ketua SPSI Kelurahan Dwikora, Juhariadi, sambil menunjukan bekas luka lemparan batu di kedua lengan dan sikunya.

Bukan hanya mereka yang jadi korban. Nafi Ali Mukti (41) warga BTN, Desa Sukamaju Indah, Kecamatan Medan Sunggal, nyaris mati lantaran syok hingga lari terbirit-birit saat kejadian penyerangan berlangsung.

Menurut dia, ia saat itu sedang bertamu ke lokasi rumah Juhariadi. Tujuannya untuk berobat, dengan dukun kusuk dikawasan itu.

“Saya lagi bertamu disitu bang, tapi pas ramai-ramai orang datang, saya ikut diserang juga. Saya langsung lari. Padahal saya tamu. Hampir mati saya bang, kumat sakit angin duduk yang kuderita,” ucapnya, dengan tersedat-sedat.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Febriansyah, ketika dikonfirmasi terkait laporan tersebut, mengaku masih dalam proses.

“Laporan anggota belum sampai ke saya. Tapi itu, masih dalam proses dan pastinya laporan kami terima,” sebut Febriansyah. (Pls)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top