Regional

Doa Khusuk Kek Balon

Kek Balon tampak khusuk berdoa, disela istirahat ia menjual mainan

 “kakek ini kan sudah renta dan tinggal menunggu lonceng dibunyikan lagi. Jadi tidak perlu lagi KTP

Untuk kedua kalinya, kembali dipertemukan dengan Kek Balon (74) saat sedang menyantap nasi goreng di pasar Kaget, Kota Binjai. Padagangan ku terus tertuju kepadanya, saat ia sedang duduk di kursi tak jauh dari tempat duduk ku.

Mulutnya, terus komat kamit sambil mengangkat kedua tangannya. Tampak, ia khusuk dalam memanjatkan doanya, sehingga tak taku aku sudah didepannya dan memotret dirinya dengan Handphone ku.

Setelah memanjatkan doanya, aku pun memulai mengobrol dengannya sambil menawarkan nasi goreng kepada kek Usman (nama sebenarnya). Sayang tawaran ku ditolak olehnya.

“Udah ngak usah nak,” ucapnya sambil tersenyum

Wajahnya pun terus melemparkan senyum, saat ku ajak berbincang seakan tidak tampak  rasa lelah dari dirinya yang telah satu harian berjalan menyusuri aspal panas, dan teriknya matahari..

Bagi ku, Kek Usman ini, bukan penjual balon sembarangan. Ia memang tampak spesial bagi ku, tidak hanya sekali aku menawarkan makan atau uang, namun ia tetap dan selalu menolaknya. Ia memang tidak ingin dikasihani oleh orang dan hal itu yang membuat ku takjub kepadanya

“Udah ngak usah nak, Kalau mau beli mainan atau balon baru mau diterima (uangnya),” ucapnya kepada ku

Aku pun tersenyum melihatnya sambil geleng-geleng kepala, dalam hati aku berkata setua ini sudah seharusnya dia menikmati masa tuanya.

Dalam sapaan, aku pun bertanya..Haruskah kakek terus bekerja?

“Ada perut yang harus diisini nak,” lembut suaranya.

Lagi asik berbincang, dengan kakek tangguh tersebut tiba-tiba saja, datang seorang wanita yang ku perkirakan umurnya sekitar 45 tahunan ke arah kami. Ia pun, langsung meminta sumbangan.

Sebuah pemandangan, yang tentunya sangat berlawanan. Yang satu, sudah tua renta tapi tetap mau berusaha dan tidak mau dikasihanin orang. Sedangkan yang satunya, masih terbilang muda, namun mengandalkan bertahan hidup dengan meminta-minta.

Aku pun, hanya melemparkan senyum kepada wanita tersebut sambil mengatakan maaf. Ia pun langsung pergi.

kek balon saat bersantai sejenak ditengah rutinitasnya

kek balon saat bersantai sejenak ditengah rutinitasnya

Kembali perbincangan ku dengan kek Balon terjadi, sambil meminum teh manis dingin dan menghisap rokok surya ditangan.

Saat ditanya, kembali apakah ia sudah mengurus KTPnya, Warga Pasar IX Tajung Jati Binjai Barat Kota Binjai inipun mengaku belum ada kepikiran untuk mengurus KTP.

“kakek ini kan sudah renta dan tinggal menunggu lonceng dibunyikan lagi,” ucapnya tersenyum.

Ia menceritakan, KTPnya hilang tiga tahun yang lalu. Saat, sedang mendorong sepedanya ia tiba-tiba saja terjatuh.  Saat itu, ada remaja yang menolongnya dan saat ia kembali mendorongnya dan melihat anak itu pergi, baru lah diketahuinya dompet yang berisikan KTP dan uang hasil jualannya, sudah tidak ada lagi.

“Apalagi yang mau dibuat nak, ya kakek hanya bisa mengikhlaskannya saja,” ucapnya

Sebelumnya baca: Tidak Mau Jadi Peminta, Kakek ini Jualan Mainan Keliling Setiap Hari

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top