Ekbis

Manisnya Budidaya Cacing Sutera

Ridwan Daulay dilokasi pembudidayaan cacing sutra  miliknya

Asahan- Sulitnya mencari pangan untuk ternak lele, membuat Riadwan Daulay (41) salah seorang peternak ikan lele di Jalan Mentimun, Kelurahan Siumbut Baru Kabupaten Asahan memutar otak, dengan membudidayakan cacing sutera sebagai pangan alternatif. Alhasil caranya tersebut berhasil, dan mendatangkan pundi-pundi rupiah

“Awalnya mulai belajar membudidaya cacing ini setelah belajar otodidak dari internet dan baca referensi sejumlah buku. Karena harga pellet yang menjadi  panganan ikan lele tidak stabil dan mahal jadi saya cari solusi untuk membudidaya cacing sutra ini,” kata Ridwan Daulay saat ditemui dilokasi usaha pembibitan cacing dan pembenihan lele miliknya, Selasa (2/7).

Pembudidayaan cacing organic ini secara ekonomi terbilang sangat menguntungkan karena dipasaran banyak yang meminatinya, sedangkan orang yang melakukan ternak cacing ini terbilang jarang didapat.

Ridwan awalnya memang berniat membudidayakan cacing untuk memenuhi makanan  usaha bibit lele di kolam ikannya. Kegiatan yang Ia lakoni  mulai menampakkan hasilnya dan berkembang. Akhirnya  Ridwan mulai berani memasok cacing sutra itu kesejumlah toko ikan hias yang ada di Kabupaten Asahan.

“Bibit cacing ini saya dapat dari seorang teman di kota Pematang Siantar, mulanya hanya beberapa pot saja namun lama kelamaan bisa dikembangbiakkan. Hingga kini ada lebih dari  sekitar 200 wadah cacing yang dikembang biakkan,” katanya.

Membudidayakan cacing , menurut Iwan dapat dicoba oleh siapa saja dan tidak sulit, hanya mempersiapkan beberapa bahan seperti wadah / nampan, ampas padi yang sudah digiling halus , lumpur organic, dan bibit cacing sutra seluruhnya dicampurkan dan dipermentasikan sampai cacing tumbuh dan berkembang biak dalam sirklus air yang terus mengalir.

Selanjutnya proses permentasi cacing sutra ini akan memakan waktu sampai dua bulan lamanya baru dapat dipanen. Sementara itu untuk satu wadah pembibitan dapat menghasilkan sedikitnya seperempat kilogram cacing sutra.

“Dari 200 nampan ini sekikitnya menghasilkan sekitar lima puluh liter dengan harga pasarannya sekitar 40-50 ribu rupiah per liter,” katanya.

Berkat keuletan dan kegigihan usahanya tersebut, budidaya peternakkan ikan lele dan cacing sutra Iwan sering di kunjungi oleh Dinas Pertanian, Peternakkan, DPRD serta berbagai masyarakat yang ingin belajar cara budidaya peternakkan ikan lele dan cacing sutera seperti Ridwan.

“Semoga usaha yang saya lakoni ini dapat membantu program Pemerintah Kabupaten Asahan yang dicanangkan oleh Bupati Drs.Taufan Gama  Simatupang untuk membuat masyarakat  Mandiri dan mampu meningkatkan ekonomi keluarga melalui budidaya ikan dan cacing sutra” terang iwan. (pram)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top