Metro

Pakai Biaya Sendiri, Pembuatan Drainase Podomoro Tetap Salahi Aturan

Saluran drainse yang dibangun oleh podomoro. Meski menggunakan dana sendiri, pembangunan tetap menyalahi aturan. Karena mengambil tempat di badan jalan.

Medan – Podomoro saat ini tengah membangun saluran drainase di Jalan Putri Hijau. Pembangunan drainase itu dinilai telah melanggar aturan serta tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

“Aneh kenapa di badan jalan bisa dibangun drainse, ini kan aneh,”tegas Anggota Komisi D DPRD Medan, Godfried E Lubis saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan management Podomoro di gedung dewan, Selasa (7/2/2017).

Dia juga mempertanyakan mengapa sampai terjadi kesepakatan antar Dinas PU dengan pihak management Podomoro terkait pembangunan drainse.

Politisi Gerindra itu menilai kesepakatan itu akan menimbulkan masalah baru. Soalnya, pembangunan drainase itu dinilainya sudah melanggar
peraturan.

“Makanya, tadi kita minta gambarnya drainasenya. Dari situ bisa kita
pastikan apakah drainase yang sedang dibangun itu berada di lokasi drainase
yang lama atau dibangun di lokasi yang baru,” ujarnya.

Mewakili manajemen Podomoro City Deli Medan, Anggiat Sihombing mengakui pembangunan drainase yang menggunakan badan jalan itu sudah mendapatkan persetujuan dari Dinas PU Kota Medan. “Kami sudah beberapa kali rapat dengan Dinas PU untuk diberikan izin bangun drainase disitu,” paparnya.

Kata dia, pembangunan drainse di Jalan Putri Hijau bertujuan untuk mengantisipasi kebanjiran ketika musim hujan. “Kami bangun sendiri drainasenya dan tidak pakai anggaran Pemko. Itulah partisipasi kami agar kawasan itu tidak banjir lagi,” ujarnya.(tjg)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top