Hot News

Dari Line, Kenzi Tahu Kakaknya Disekap sama Perampok

ils: Perampokkan

MEDAN- Tiga perampok rumah mewah menggunakan Senjata api (Senpi) bereaksi di Komplek Perumahan Kejaksaan, Jalan Silangge, Kecamatan Medan Tuntungan, Nomor 41. Seorang pemilik rumah Agata Celia Luniska, (23) dan pembantunya Itha (25), disekap didalam kamar, Minggu (12/2).

Setelah berhasil menyekap korban, para pelaku kemudian mengacak-acak seluruh isi rumah dan menggasak sejumlah perhiasan emas berupa cincin, laptop dan uang.

Kenzi Dimitry (20), adik korban mengatakan, peristiwa itu terjadi saat beberapa anggota keluarganya sedang melaksanakan ibadah minggu di Gereja.

“Kebetulan aku dan mama sedang beribadah di Gereja, hanya kakak dan pembantu yang tinggal dirumah. Aku taunya setelah kakak memberitahukannya melalui pesan line,”katanya.

Menurut dia, dari tiga pelaku satu diantaranya menggunakan senjata api, satu menggunakan sangkur dan satu membawa linggis.

“Pelakunya ada tiga, satu pakai Senpi, satu pakai sangkur dan satu pakai linggis,”ujarnya.

Dia menyebut, sebelum bereaksi pelaku sudah mengintai dan mengamati rumahnya. Namun tidak ada dari anggota keluarganya yang merasa curiga, sehingga pada saat beberapa anggota keluarganya sedang melaksanakan ibadah minggu, komplotan itu langsung memasuki rumahnya.

“Mereka (pelaku) terlebih dulu merusak pintu pagar, setelah berada diteras rumah, mereka kemudian mencongkel pintu depan menggunakan linggis. Saat itu pembantu kami keluar dari kamarnya untuk memeriksa suara congkelan itu, tiba-tiba pelaku yang sudah berhasil memasuki ruang tengah langsung mengancamnya dengan pistol dan memintanya untuk tidak melawan dan memberitakukan pada siapapun,”sebutnya.

Kemudian, sambung dia, pelaku kemudian memaksa Ita (pembantu) untuk memberitahukan siapa saja yang masih berada di rumah. “Karena diancam itu, pembantu memberitahu kalau kakak sedang tidur dikamarnya, pelaku kemudian memaksa korban untuk masuk ke kamar kakak, dikamar itu pelaku merampas laptop, HP, cincin dan uang didalam dompetnya, lalu menyekap kakak dan pembantu didalam kamarnya,”ungkapnya.

Setelah itu, pelaku mengacak-acak seluruh isi rumah korban untuk mencari perhiasan lain dan uang di kamar orangtuanya Margaretha Singarimbun (52)

“Banyak cincin yang hilang, termasuk uang. Kalau totalnya belum tau pasti karena mama, kakak dan pembantu sedang buat laporan di Polrestabes Medan,”terangnya.

Setelah berhasil menggasak seisi rumah korban, para pelaku kemudian melarikan diri. Pantauan dilokasi kejadian, sejumlah aparat kepolisian dari Polrestabes Medan dan Polsek Delitua tampak berjaga-jaga dilokasi untuk menelusuri keberadaan pelaku. Sedangkan para tetangga korban tidak ada yang mengetahui kejadian itu.

“Saya tidak tau pak, memang kami bertetangga tetapi kami disini tidak saling mengetahui satu sama lain,”kata salah satu warga yang tidak bersedia disebutkan namanya karena tidak mau diminta Polisi untuk diperiksa.

“Repot itu nanti, habis waktu ditanyai Polisi. Mending, tidak usah bilang apa-apa,”ungkapnya singkat.

Sementara itu, Kapolsek Delitua, Komisaris Polisi (Kompol) Wira Prayatna meragukan senjata yang digunakan pelaku itu Senpi asli. Namun, linggis dan Senjata tajan (Sajam) itu benar adanya.

“Saya meragukan itu (Senpi) asli. Sebab, dari cirri-ciri yang dijelaskan korban tidak seperti fakta Senpi yang sebenarnya,”kata Wira.

Sebab, sambung dia, dari hasil interogasi kepada korban, diketahui pelaku hanya menunjukkan Senjata itu saja dan tidak mengancam korban.

“Pelaku hanya menunjukkan saja senjata itu, itu makanya kita masih meragukan keasliannya benar atau tidak. Namun begitu, kita sedang menyelidiki kebenaran dan mengejar pelaku,”ujarnya di lokasi kejadian.

Menurut Wira, proses penyelidikan kasus itu langsung ditangani Polrestabes Medan. Namun Polsekta Delitua juga turut membantunya.

“Kita (Polsek) hanya membantu saja, kalau penanganannya itu di Polrestabes. Jadi saya belum bisa memberikan penjelasan lebih rinci,”terangnya. (fr)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top