Kriminal

Polda Sumut Amankan Bawang Selundupan dari India

ils: Pengamanan penyelundupan bawang merah

Medan-Lagi, tim Industri dan Perdagangan (Indag) Polda Sumut kembali  mengamankan 10 ton bawang merah selundupan asal India di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Pekan Gebang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Senin (13/2).

Kasubdit I/Indag Polda Sumut, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ikhwan Lubis mengatakan, bawang selundupan itu diangkut menggunakan tiga mobil rental dengan Nomor Polisi (Nopol) BK 8458 CW, BK 1486 NG dan BK 1469 JF serta satu truk tangki Cooltdiesel BK 8241 BB.

“Selain mengamankan mobil dan truk, kita juga mengamankan empat orang sopir berinisial RPS beserta kernetnya berinisial A, JF, RH dan HB, keempat orang ini masih dimintai keterangan dengan status sebagai saksi. Sebab, mereka hanya diberi gaji oleh pelaku,”katanya.

Sementara pelakunya bernama Zakiruddin alias Zak warga Aceh yang diduga sebagai pemesan sekaligus pemilik barang selundupan itu saat ini sedang diburu Polisi.

“Pelakunya bernama Zakiruddin alias Zak, tinggalnya di Aceh. Kita sedang melakukan perburuan terhadap orang ini,”ujarnya.

Menurut Ikhwan, bawang selundupan itu dimuat didalam karung berukuran 9 Kilo gram (Kg) sebanyak 1250 karung.

“Bawang itu masuk melalui perairan Sungai Hiu Aceh dengan tujuan Pasar Induk, Padang Bulan. Namun, saat perjalanan menuju Medan kita berhasil mencegat dan mengamankannya di tengah Jalan,”sebutnya.

Disebutkan Ikhwan, barang selundupan itu diamankan karena tidak memiliki dokumen resmi. Saat ini penyidik sedang berkoordonasi dengan pihak bead an cukai dan karantina kelas II, Medan.

“Barang selundupan ini akan kita serahkan kepada pihak beacukai. Urusan selanjutnya biarlah mereka yang menentukan, kita (Polisi) hanya mengamankannya saja,”terangnya.

Sementara itu, Kasubbid Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Sumut,  AKBP MP Nainggolan mengatakan, pelaku diduga secara sengaja mengangkut barang inpon yang tidak tercantum didalam manifest dan pemberitahuan pabean dan atau membongkar barang impor diluar kawasan pabean atau tempat lain tanpa izin dan menimbun, menyimpan, memiliki, membeli, menjual, menukar, memperoleh memberikan dan mengangkut barang impor berupa bawang merah yang diketahui atau patut diduga berasal dari tindak pidana penjara 10 tahun dan denda Rp5 miliar.

“Itu termaktub dalam pasal 102, 103 dan 104 Undang-Undang (UU) RI Nomor 17 tahun 2006 tentang perubahan UU nomor 10 tahun 1995 tentang kepabeanan dan pasal 5, pasal 6, pasal 7, pasal 9, pasal 21 dan pasal 25 UU RI Nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan,”jelas Nainggolan.

Menurut Nainggolan, terungkapnya kasus penyelundupan ini berawal dari adanya informasi dari masyarakat yang memberitahukan adanya barang selundupan masuk melalui Aceh sedang dalam perjalanan menuju Medan.

“Karena mendapat informasi itu, kita langsung menurunkan tim. Dan mengikuti kendaraan yang digunakan para sopir. Saat diperiksa para sopir tidak bisa menunjukkan dokumen kepemilikan barang selundupan itu. Karenanya, tim langsung membawa barang selundupan itu ke Komando,”ujarnya. (ts)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

To Top