Hot News

Polda Sumut Hanya Tahan Satu Orang Terkait OTT di BPN Deliserdang

Polda sumut memaparkan OTT Bpn deliserdang

Medan- Pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT), Kepala Badan Pertanahan  Nasional (BPN) Deliserdang, Kalvyn Andar Sembiring akhirnya dilepas kembali. Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sumut hanya menetapkan Kepala Seksi (Kasi) Survei, Pengukuran dan Pemetaan BPN Deliserdang, Maltus Hutagalung sebagai tersangka, Senin (13/2).

Padahal, Jumat (10/2) lalu penyidik menangkap Sembilan orang pejabat BPN Deliserdang termasuk diantaranya Kepala BPN/Agraria Tata Ruang (ATR) Deliserdang, Kalvyn Andar Sembiring bersama delapan bawahannya M Evila (Sopir Maltus Hutagalung), Indra Imanuddin selaku Kasi Hak Tanah dan Pendaftaran tanah, Bestlin Panggabean selaku Staf Seksi Pengukuran dan Pemetaan, H Hendri selaku Kepala Sub Seksi Pengukuran dan Pemetaan BPN, Irwan Muslim selaku Kasubsi Pengukuran, Imelda Murni Haloho selaku Staf/ajudan, Ayu Juliani selaku Pegawai tidak tetap (PTT) dan Maltus Hutagalung yang kini menjadi tersangka.

Namun, meski sempat ditangkap secara bersama-sama dari Kantor BPN Deliserdang, tetapi Polisi akhirnya melepaskannya kembali, kecuali Maltus Hutagalung. “Setelah menjalani proses pemeriksaan, penyidik baru menetapkan satu tersangka (Maltus Hutagalung), delapan orang lainnya masih berstatus sebagai saksi,”kata Wakapolda Sumut Brigjend Pol Agus Andrianto kepada wartawan.

Tetapi, sambung Wakapolda, tidak tertutup kemungkinan para saksi lainnya termasuk Kepala BPN Delisedang itu akan jadi tersangka.

“Kemungkinan besar, Kepala BPN itu akan jadi tersangka. Namun, penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi untuk menjeratnya. Karena itu, dihimbau kepada masyarakat untuk melapor ke Polda Sumut bila pernah menjadi korban dan bila mengetahui adanya indikasi tindak pidana yang dilakukan BPN Deliserdang ini dan tidak akan dijadikan tersangka,”sambung dia.

Sedangkan untuk tersangka, Maltus Hutagalung kata dia, akan dijerat dengan Pasal 12 huruf (e) Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor dengan ancaman 10 tahun penjara.

“Selain pasal Tipikor, kita juga sedang mendalami kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU),”ujarnya.

Direktur Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Diteskrimsus) Polda Sumut, Komoisari Besar (Kombes) Pol Toga H Panjaitan mengakui, tersangka Malthus Hutagalung merupakan ‘anak main atau joki’ dari Kalvyn Andar Sembiring. Namun, untuk menetapkan Kepala BPN tersebut sebagai tersangka penyidik masih butuh pendalaman kasus.

“Semua informasi akan kita telusuri, dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru. Dalam kasus ini, pelapor/korban sudah mengurus sertifikat tanahnya sejak tahun 2013 lalu. Namun selesainya setelah tersangka menerima uang dari korban. Modusnya, mereka memaksa

dan meminta sejumlah uang tak resmi kepada korban untuk pengurusan tujuh persil tanahnya (korban) di kawasan Tanjung Morawa yang berbatasan langsung dengan tanah PTPN II dengan biaya resminya sekitar Rp7 juta yang harus disetorkannya melalui Bank. Tetapi, tersangka meminta kepada korban untuk menyetorkan uang sekitar Rp159 juta,”kata Toga.

Menurut Toga, dalam setahun BPN Deliserdang menerima surat pengajuan atau permohonan penerbitan sertifikat tanah sebanyak 5000 permohonan. Namun, sertifikatnya tidak akan selesai bila tidak menyerotkan sejumlah uang kepada pelaku.

“Pertahunnya mereka (BPN Deliserdang) menerima 5.000 permohonan pembuatan sertifikat tanah, tetapi jumlah sertifikat yang dikeluarkan belum bisa dihitung. Karena masih dalam pemeriksaan. Kita akan mengetahuinya nanti setelah dokumennya diteliti satu persatu,”ucapnya.

Toga membeberkan, OTT yang dilakukan pihaknya di Kantor BPN/ATR Deliserdang, Jalan Karya Utama, Lubukpakam, Jumat (10/2) lalu sekitar Pukul 15.00 WIB itu, berdasarkan laporan dari salah satu korban bernama Suheri, 52, selaku pemohon sertifikat.

“Setelah korban melapor, kita kemudian menelusurinya. Setelah ditelusuri, barulah kita lakukan penangkapan, setelah orangnya ditangkap barulah kita menyita barang bukti,”terangnya.

Pages: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top