Regional

Danau Toba diserang Wabah Sejenis Lintah dan Kutu

jenis hewan lintah dan kutu yang saat ini menyerang Kawasan Danau Toba.
jenis hewan lintah dan kutu yang saat ini menyerang Kawasan Danau Toba.

Parapat – Dijadikannya danau toba menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSN) oleh pemerintah tampaknya tidak segampang membalik telapak tangan. Pasalnya, saat ini air danau toba telah tercemar oleh limbah pabrik, pakan dan kotoran ternak, Minggu (19/2/2016).

Persisnya, daerah pemandian Pesanggerahan Istana Presiden Soekarno Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun

Baca: Alamak, Dua Bank di Tambilahan Dibom Molotov oleh OTK

Baca: Cewek Siantar ini, Berhasil buat Iri para Devotes

Virzha ajak naik penggemar ke atas panggung

Virzha ajak naik penggemar ke atas panggung

Akibat pencemaran tersebut, saat ini wisatawan yang datang ke Danau Toba harus berhati-hati bila berenang. Sebab, air danau toba tersebut terdapat hama air, spesies hewan sejenis lintah dan kutu.

Holmes Hutapea, aktifis lingkungan kepada wartawan membenarkan hal tersebut. Bahkan ia mengatakan, kasus hama air tersebut sudah ada sejak tahun 2015 lalu.

Pihaknya juga sambung Holmes, telah melakukan penyelidikan dengan cara menyelam ke dalam danau. Saat melakukan penyelaman, ternyata memang ditemukan lintah di dasar danau mau pun di permukaan dangkal.

Saat diselami, di dasar danau terlihat kotor dan penuh lumut yang menyerupai pakan ikan dan ternak babi yang merupakan hasil pembuangan limbah perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar lokasi danau.

“Limbah-limbah dari perusahaan besar (ternak ikan dengan keramba Jala apung) dan ternak babi penyebab munculnya hama air sejenis lintah dan kutu,” ucapnya

Baca: Foto Ciuman Masal PNS ini, Buat Heboh Netizen

PNS Nisel diduga gelar Ciuman masal dalam rangka Valentine Day

PNS Nisel diduga gelar Ciuman masal dalam rangka Valentine Day

Baca: Sampai Saat ini DPRD Siantar Tak Juga dites Urine

Menurutnya, perusahaan besar itu di antaranya adalah PT Aquafarm, perusahaan Swiss yang mengembangkan usaha ternah ikan dengan KJA di Danau Toba sejak 1998. Saat ini PT Aquafarm Nusantara memiliki tiga lokasi KJA di Danau Toba, yakni di Kabupaten Samosir, Toba Samosir, dan Simalungun.

Selain PT Aquafarm Nusantara, sejak awal 2012, sebuah perusahaan peternakan ikan besar juga hadir di Danau Toba, tepatnya di wilayah pantai Tanjung Unta, Tambun Raya, Tiga Ras, Kabupaten Simalungun, yakni PT Suri Tani Pemuka, anak perusahaan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

Selain perusahaan ternak ikan, diduga ada limbah yang berasal dari Perusahaan ternak babi PT Allegrindo Nusantara yang berlokasi Nagori Urung Pane, Kecamatan Purba, Kabuapaten Simalungun.

Saat ini sebutnya, pihaknya juga sudah membawa sampel ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) Simalungun yang bertempat di Kelurahan Parapat, dengan mengumpulkan lintah dan kutu yang dimasukkan ke dalam botol.

“Sayangnya sejauh ini, BLH Simalungun tidak pernah mempublis sama masyarakat tentang sample yang kami bawa ini. Tanda Tanya kita, ada apa sampai BLH pun tidak mau membukanya (hasil sample) ke  umum dan terkesan menutupi,” ucapnya

Pages: 1 2

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

topStories

To Top