Metro

Staf Ahli Kementrian Lingkungam Hidup: Kalau Tercemar Untuk apa Promosikan Danau Toba

Danau Toba Monaco of Asia
Danau Toba Monaco of Asia

Parapat –  Tampaknya rencana dijadikannya kawasan Danau Toba menjadi kawasan Strategis Nasional atau Monaco of Asia seperti kemauan Presiden Joko widodo tidak akan berjalan dengan mulus.  Pasalnya, dengan tercemarnya air danau toba tersebut dan adanya ditemukan hewan sejenis lintah dan kutu semakin membuat masalah baru.

“Seharusnya dengan ditetapkannya Danau Toba menjadi kawasan Strategis nasional harus diikuti dengan kualitas air danau yang bagus.  Jadi kalau tercemar (limbah) untuk apa dipromosikan,” ucap Staf Ahli Kementrian Lingkungam Hidup Bidang Hukum, M Ramdan Andri Wibisana, Senin (21/2/2017).

Ia menjelaskan, memang saat ini Danau Toba menjadi satu di antara program presiden Joko Widodo terkait 10 Kawasan Strategis Nasional. Untuk itu semuanya harus dipersiapkan sebaik mungkin. Perhatian pemerintah setempat dalam hal ini menjadi sorotan.

Terkait permasalahan tersebut, ia meminta adanya perhatian dan tindakan pemerintah setempat dalam menjaga kualitas baku mutu air danau. Dalam hal ini Badan Lingkungan Hidup Sumut dan instansi terkait harus memulai memperhatikan baku mutu air dan limbah.

“Untuk pencemaran dimaksud akibat limbah perusahaan harus diuji laboratorium baku mutu airnya. Tidak bisa semerta-merta sesuai kasat mata. Karena dalam kasuiatik ini ada standar baku mutu air dan limbah perusahaan,” jelasnya.

Point servicenya dari atas terkait baku mutu air jelasnya harus diinfokan dan dilihat kualitas baku mutu air dan limbahnya.

“kita lihat dulu apa ada ini? Ada ini? Dan macam-macam. Sekitar danau sudah tercemar atau tidak iti ada peraturannya tapi saya lupa. Biasanya kalau dipakai berenang biasa aja tapi tiba-tiba gatal-gatal berarti sudah tercemar,” jelasnya.

Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSN) oleh pemerintah beberpa waktu lalu. Tak tanggung-tanggung, Pemerintah pusat akan menggelontorkan dana sebesar Rp 21 Trilyun untuk menyulap Danau Toba sebagai destinasi pariwisata

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar pengembangan sektor pariwisata di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut) memiliki dampak bagi ekonomi rakyat, terutama sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Pages: 1 2

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top