Metro

DKP Belawan Kembali Gagalkan ILegal Fishing di Perairan Selat Malaka

Kapal berbendera Malaysia dengan nomor PKFB 381 diamnakan DKP saat melakuan ilegal fishing di perairan selat malaka
Kapal berbendera Malaysia dengan nomor PKFB 381 diamnakan DKP saat melakuan ilegal fishing di perairan selat malaka

Belawan – Kapal Motor (KM) berbendera  Malaysia kembali diamankan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP)  Belawan, setelah mencuri ratusan kilogram ikan  di wilayah teritorial Selat Melaka.

Kepala Stasiun Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Belawan, Basri, mengatakan kapal dengan nomor PKFB 381 tersebut berhasil diamankan oleh kapal patroli Hiu milik  DKP. Selain mengamankan kapal tersebut, pihaknya juga mengamankan tiga orang anak buah kalal (ABK) berkewarga negaraan Myanmar yakni: Aung Zay, Kyaw Zaw, dan Kyaw Zim Ming.

“3  Orang ABK serta kapal dengan GT 48,82 itu diamankan pada posisi 03°29.154′ Lintang Utara – 100°12.464′ Bujur Timur teritorial Selat Malaka, yang masuk dalam wilayah perairan Indonesia,” ungkap Basri, Senin (20/2/2017).

Baca: Dalam Pengaruh Narkoba, Anak Ancam Ibu Kandung dan Rusak Rumah

B. Asik Boru Purba didampingi anak keduanya, Hotman Sinaga saat di SPK Polrestabes Medan

B. Asik Boru Purba didampingi anak keduanya, Hotman Sinaga saat di SPK Polrestabes Medan

Dia juga menambahkan dari alat tangkap kapal yang menggunakan pukat harimau, petugas menyakini jika hasil laut dari perairan Indonesia telah berhasil ditangkap. Hal ini dibuktikan, dengan ditemukannya ratusan kilogram ikan di dalam palka kapal.

” Pada Saat diamankan, petugas menemukan ratusan kilogram ikan berbagai jenis di dalam palka kapal, yang diduga hasil tangkapan di perairan Indonesia,” beber Basri.

Basri mengisahkan, penangkapan tersebut berawal saat pihaknya mendeteksi keberadaan kapal KM PKFB 381 di Selat Malaka. Kapal patroli petugas pun menyisir titik koordinat deteksi radar. Saat ditemukan, lanjutnya, kapal tersebut tengah menarik pukat yang berisikan ikan.

“Nakhoda kapal dan ABK masih kita periksa. Untuk Nakhoda dan keempat ABK diancam pasal berlapis.yakni Pasal 26 ayat 1 junto pasal 92, pasal 27 ayat 2 junto pasal 93 ayat 2, pasal 9 ayat 1 junto pasal 85 UU No 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 2004 tentang perikanan,” terangnya. (ali)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top