Johannes
Kriminal

Pembacok Kapolsek Pahae Ternyata Alami Gangguan Jiwa

Johannes Tambunan (27) saat selesai dilakukan autopsi di RSUD Djasamen Saragih. Johannes tewas ditembak Polisi akibat melakukan pembacookan terhadap Kapolsek Pahae AKP Viktor

Siantar- Johannes Tambunan (27) yang tewas ditembak anggota kepolisian Kota Tapanuli Utara pada Jumat (25/2/2017) kemarin ternyata memiliki ganguan jiwa.

Hal tersebut diketahui saat, jenazah Johannes dibawa ke rumah sakit sakit Djasamin Saragih, Siantar untuk dilakukan autopsi, Sabtu (25/2/2017).

Kepala Instalasi Jenazah dan Kedokteran Forensik RSUD Djasamen Saragih mengatakan, berdasarkan hasil autopsi pria berusia 27 tahun itu tewas akibat 3 luka tembak.

Tepatnya, di bagian punggung yang menembus telapak tangan. Selanjutnya luka tembak di bagian dada tembus ke sekitar dada dan terakhir pada bagian punggung sebelah kanan.

“Ada luka di bagian tangan, dada, perut kaki, dan punggung, bahkan ada juga luka memar itu di bagian leher. Luka tersebut lah yang mengakibatkan Ia (Johanes) tewas dan tembakan yang memgakubatkan peluru menebus dada melewati paru,” ungkapnya.

Selain itu dari hasil autopsi, pihaknya juga menemukan satu peluru yang tidak tembus pda di bagian punggung johan.

“Dari hasil autopsi, Ia (Johanes) juga terkena tembakan dari jarak jauh sekitar 70 M ,” ucapnya.

Sementara itu, dari informasi yang dikamar mayat RSUD Djasmen Saragih Kota Pematangsiantar sebelum tewas ditembak polisi, Johanes terlebih dahulu melakukan pembacokan terhadap Kapolsek Pahee, AKP Viktor Simanjuntak.

Tidak hanya itu, Johanes juga sempat memukuli beberapa keluarganya yang tengah berada di dalam rumahnya. Johanes juga memukuli ibu dan adiknya. Ketika Johanes memukuli keluarganya, salah satu anggota keluarganya Agri Gomes (19) menyelamatkan dirinya dengan berlari meninggalkan rumah.

Sebelum berlari meninggalkan rumah, Ari Gomes sempat melerai. Tak terima dilerai, Johanes malah melakukan tindakan brutal dengan mengambil sembilah parang dari dapur dan langsung mengarahkan parang tersebut ke arah adiknya.

Akibat sabetan atau bacokkan parang tersebut, adiknya mengalami luka serius di bagian kepala dan tangan sebelah kiri.

Melihat kejadian tersebut, warga yang melihat langsung melaporkan ke petugas kepolisian. Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Pahae, AKP Viktor dan anggotanya langsung turun kelapangan. Melihat kedatangan polisi, ternyata tidak membuat Johannes mundur. Ia malah semakin galak, dan langsung melakukan penyerangan terhadap AKP Viktor dengan sibalah parang yang masih dipegangnya.

Akibatnya, AKP Viktor mendapat luka bacokkan serius pada bagian kanan dan kepalanya. Melihat kapolseknya dibacok oleh pelaku, anggotanya pun langsung megarahkan tembakkan kepada pelaku.

Mendapat tembakkan tersebut, Johannes langsung roboh dan tewas seketika karena mendapat tembakkan pada bagian dada.

Sementara itu, karena mendapat luka bacokkan serius Kapolsek Pahae tersebut langsung dibawa ke rumah sakit Tarutung. Sedangkan jenazah Johannes langsung dilarikan ke Rumah Sakit Djasamin Saragih untuk dilakukan autopsi. (si)

Pembacok Kapolsek Pahae Ternyata Alami Gangguan Jiwa
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top