Kriminal

Ini Penyebab Rinton Girsang dipecat dari anggota Kepolisian

YouTube: Rion Girsan

Medan –  Polda Sumut akhirnya angkat bicara terkait beredarnya surat terbuka mantan anggota Brimob Polda sumut kepada Presiden Joko Widodo.

Dalam rilisnya kepada wartawan Kasubbid Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH) yang dilakukan Polda sumut terhadap Rinton Girsang sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku di institusi Polri.

“Yang Bersangkutan sudah diberhentikan tahun 2013, “ sebutnya

Ia menjeleaskan, dari hasil rakor yang dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2011 bertempat diruang kerja Karo SDM Polda Sumut yang dihadiri oleh Karo SDM, Kabid Kum, Kabid Dokkes dan Kabag Psikologi Ro SDM tentang adanya temuan wasrik Itwasum Polri tahap II TA. 2011 pada tanggal 11 Mei 2011 di Polda Sumut mengenai anggota yang bermasalah dibidang kesehatan agar diterbitkan kejelasan status kesehatannya apakah kesehatan jasmani / rohani.

“Dari hasil diagnosa yang bersangkutan (Rinton Girsang ) menderita penyakit Skizoprenia Paranoid dengan relaps 3 kali dan dinyatakan stakes 4, serta disimpulkan tidak memenuhi syarat medis untuk mengikuti penugasan sebagai anggota Polri dengan saran / rekomendasi pensiun dini,” sebutnya

Dengan adanya hasil diagnosa tersebut, sesuai dengan mengacu pada pasal 8 PP RI Nomor 1 tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri yaitu anggota Polri yang diberhentikan dengan hormat apabila berdasarkan Surat Keterangan Badan Pemeriksaan Kesehatan Personel Polri dinyatakan, tidak dapat bekerja lagi dalam semua jabatan karena kesehatannya dan menderita penyakit atau mengalami kelainan jiwa yang berbahaya pada dirinya dan / organisasi Polri dan/ atau lingkungan kerjanya

Terkait Rinton Girsang, pada tanggal 14 Juli 2012 lalu, Kasat Brimob Polda Sumut sudah mengirimkan Surat kepada Kapolda Sumut dengan Nomor : B/ 880/VII/2012 /Satbrimob perihal mengirimkan berkas personel an Rinton Girsang NRP 81120371 dan pada tanggal 31 Januari 2013 telah diterbitkan Keputusan Kapolda Sumut Nomor : Kep /78A /I/2013 tentang Pemberhentian Dengan Hormat (PDH).

Ia juga mengatakan, anggota yang bersangkutan tersebut masih menerima tunjangan tiap bulannya menurut PP Nomor 20 tahun 2012 sampai dengan tahun 2024.

Seperti diketahui Skizoprenia Paranoid, gangguan psikotik yang disebabkan oleh kelainan pada otak, yang kemudian memunculkan kesalahan persepsi pada panca indera selanjutnya mengakibatkan gangguan yang khas dalam berpikir (delusi), persepsi (halusinasi), pembicaraan, emosi dan perilaku. (md)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top