Kriminal

Saat Hendak Edarkan Ektasi, Wanita ini Langsung diringkus BNNK Siantar

BNNK Pematangsiantar paparkan kasus peredaran narkotika jrnis ekstasi di Jalan Keselamatan, Kelurahan Suka Dame, Kecamatan Siantar Utara, Senin ( 27/2/2017)
BNNK Pematangsiantar paparkan kasus peredaran narkotika jrnis ekstasi di Jalan Keselamatan, Kelurahan Suka Dame, Kecamatan Siantar Utara, Senin ( 27/2/2017)

Siantar – Badan Narkotika Nasional Kota Pematangsiantar memaparkan tiga tersangka penyalahguna narkotika jenis pil ekstasi. Kasus ini dipaparkan BNNK Pematangsiantar di Jalan Keselamatan, Kelurahan Suka Dame, Kecamatan Siantar  Utara, Senin ( 27/2/2017)

Ketiganya yang yakni Brandoni le ( 23) warga Jalan Danau Ranau, Kecamatan Siantar Timur dan Asnan Nasri ( 20) Warga Belakang Gor, Kecamatan Siantar Timur. Dan Duma Yanti Br Simanjuntak (37) warga Jalan Maluku Atas, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat yang sekaligus menjadi bandar.

Pihak BNNK Siantar awalnya meringkus kaki tangan Duma Yanti di Cafe Anda yakni, Brandoni (23) dan Asnan Nasri ( 20). keduanya pun tak bisa berkilah dan mengakui barang tersebut milik Duma Yanti Br Simanjuntak.

Sementara Duma Yanti Boru Simanjuntak, hanya mengatakan selama ini dirinya kerap bertransaksi di Gang Andalas. Kali ini Duma Yanti Br Simanjuntak tak bisa mengelak lagi dan harus menjalankan hukuman atas perbuatas nya.

Duma Yanti sudah dua kali diringkus, pertama diringkus Sat Narkoba Polres Siantar beberapa waktu yang lalu dari rumahnya, Hanya saja kasus Duma Yanti tak sampai ke meja hijau, setelah barang buktinya dinyatakan bukan lah narkoba oleh Sat Narkoba Poltes Siantar.

Setelah direhab jalan di BNNK Siantar dan Duma Yanti Br Simanjuntak menghirup udara segar, Ia kembali melakukan perbuatannya dengan mengedarkan narkotika di tempat hiburan malam kota Siantar.

Kasi Berantas BNNK Kota Pematangsiantar Kompol Pierson Ketaren mengatakan,  Duma Yanti Boru Simanjuntak yang dikerap disapa Mami atau merupakan Ratu pil Ekstasi Kota Siantar ini mengaku kepada petugas, kalau ia mandapat barang ilegal tersebut dari bandar yang berinisial (A).

“Hingga kini Duma Yanti Simanjuntak belum terbuka dari mana asal eksatasi yang biasa dia edarkan, dan tak mau menyebutkan siapa bandar yang berinisial (A) dan di mana rumah bandar tersebut,” ucapnya.

Saat kembali ditanya, ke tempat hiburan mana ia akan memasarkan pil-pil tersebut. Pierson mengaku masih mendalami.

“Sampai saat ini masih kita dalamai, kalau tempat hiburan malam mana kita belum tahu karena saat kedapatan di hanya di café Anda dan belum sempat diedarkan ke tempat hiburan malam,” jelasnya

Pierson Kataren juga menyebutkan, atas tindak pidana ini, ketiga pelaku akan dijerat dengan pasal 114 dan 112 ayat (2) dan maksimal hukuman 20 tahun penjara. (si)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top