Kriminal

Akhirnya, Polsek Medan Area Terbit Surat Pengkapan terhadap Kepling yang Aniaya Wartawan

ils: Penganiayaan
ils: Penganiayaan

Medan – Polsek Medan Area akhirnya menerbitkan surat perintah penangkapan ( SPkap) terhadap Kepala lingkungan ( Kepling ) XIII Kel Tegal Sari Madala II, Medan Denai, Ahmad Romi Lubis,43 yang telah menganiaya wartawan di sebuah warung di kawasan Jalan Denai Medan Area.

” SPkapnya hari ini, sudah kita terbitkan,” kata Kanit Reskrim Polsek Medan Area AKP Cahyadi melalui Medsos Whatappsnya, Selasa (28/2/2017 ).

Selain telah mengeluarkan surat penangkapannya, dirinya juga mengajak para wartawan untuk turut membantu kinerja polisi dalam memburu keberadaan Keplng yang arogan tersebut. ” Mari kita uber sama-sama ya,” ajak AKP Cahyadi.

Sebelumnya,Muhammad Solihan Hasibuan (47) wartawan salah satu media di Medan dianiaya Kepala Lingkungan (Kepling) XIII, Kel Tegal Sari Madala II, Medan Denai, Ahmad Romi Lubis,43.

Akibat penganiayaan yang dialami warga Jalan Rawa Gang Mulajadi, Kel Tegal Sari Mandala III, Medan Denai itu, bagian pelipis kirinya bengkak dan memar. Kasus ini pun dilaporkannya ke Polsek Medan Area.

Kasus penganiayaan ini disaat korban singgah ke warung yang berada di Jalan Denai Medan untuk sarapan pagi, Sabtu (25/2/2017) kemarin.

Tiba-tiba Kepling tersebut melintas dan melihat korban. Seketika, Kepling itu berhenti dan memarkirkan kendaraannya.

Lalu Kepling itu menghampiri dan langsung memiting kepala dan memukuli pelipis kiri korban sebanyak  tiga kali.

Namun penganiayaan yang terjadi Sabtu (25/2/2017) sekira pukul 09.00 WIB, tidak membuat korban melawan dan hanya terdiam, lantaran takut dikeroyok teman-teman pelaku saat kejadian.

Warga yang tengah serapan pagi di warung tersebut, langsung melerai Kepling agar tidak terjadi keributan lagi.

“Lagi sarapan, tadi ada wartawan dipukuli Kepling di Jalan Denai, lewat tol, dekat sekolah,” kata warga sekitar.

Selanjutnya korban membuat laporan pengaduan ke Polsek Medan Area. Dihadapan petugas, korban meceritakan awal kejadian sebenarnya terhadap prilaku Kepling.

“Dua tahun lalu, warga Lingkungan XIII melapor terkait dugaan penggelapan uang rekening PDAM dan PLN yang dibayar warga melalui Kepling, namun uang itu tidak disetor pelaku,” kenang korban.

Pengaduan warga diekspos di media. Kepling itu lalu tidak terima dan mencari korban. Setelah ketemu, korban awalnya pernah dipukuli Kepling sebelumnya, dan kini berlanjut lagi, Sabtu (25/2/2017) pagi.  (Pls)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top