Kriminal

Ditawirin Kerja, Anak Siantar ini Malah Kena Tipu

Indra Pratama (20) saat mebuat laporan di Mapolsek Percut Seituan

Medan – Pelaku tindak kejahatan dengan modus menawari pekerjaan kembali  berhasil mengelabui calon korbannya.Kali ini menimpa, Indra Pratama,20, yang harus kehilangan sepeda motor Vixion warna putih BK 2984 XAK miliknya yang dbawa kabur seorang pria benama Sucipto.

Cerita peristiwa naas yang harus dialami korban ini, bermula dari teman korban yang  bernama Muhammad Taher Damanik,21, warga asal Dolok Siantar datang ke rumah korban untuk menawarkan pekerjaan di PT Sinar Mas, Selasa (21/2/2017)  sekira pukul 12.00 WIB.

Lantas korban yang sudah nganggur ini pun  tergiur dengan tawaran tersebut. ” Mau gak kamu kerja di PT Sinar Mas. Kamu kan lagi  nganggur. Apalagi gajinya cukup besar mencapai Rp 3,5 juta per bulan. Kalau kamu mau, hubungi Mas Sucipto, ini nomor handphonenya,” ujar Indra menirukan ucapan Taher.

Dikarenakan  sulit mencari pekerjaan, Indra yang tercatat sebagai warga Dolok Siantar, sekira pukul 20.00 WIB pergi ke Medan menjumpai Sucipto, teman Taher tersebut.  Di Simpang Kayu Besar, Tanjung Morawa, Indra pun akhirnya bertemu dengan pelaku.

Kemudian esoknya, Rabu (22/2/2017) pagi, korban dibawa pelaku ke tukang pangkas yang berada di Jalan Letda Sujono, Medan Tembung dan menyuruhnya untuk potong rambut terlebih dahulu. Merasa tidak curiga korban pun menurutinya, pada saat itulah pelaku meminjam sepeda motor korban untuk membeli materai yang akan ditempelkan di surat lamaran korban.

” Lebih baik kamu pangkas, biar terlihat rapi. Setelah itu kita pergi bawa lamaranmu ke PT Sinar Mas. Aku lihat surat lamaran kamu tidak ada materainya. Bawa sini uang kamu biar kubeli materainya,” kata korban menirukan permintaan pelaku.

Korban pun memberikan uang sebesar Rp 50 ribu. Lalu pria yang bernama Sucipto itu pergi membawa sepeda motor  korban. Namun pelaku tak kunjung kembali ke tempat tukang pangkas tersebut. Selesai pangkas, korban mencari pelaku modus tawari pekerjaan tersebut.

“Aku sempat mencari pelaku di sekitar Jalan Letda Sujono  berjalan kaki, namun tidak ketemu. Lalu aku pulang ke Dolok Siantar dan mengadukan prihal tersebut kepada orangtuaku. Senin (27/2/2017), kasus ini kulaporkan ke polisi,” bilang korban.

Didampingi ayah dan temannya Taher, korban sempat diintrogasi petugas. Selanjutnya Taher dibawa ke lokasi tempat korban pangkas. “Aku curiga sama temanku. Dari dia aku bertemu dengan pelaku,” kesal Indra di Polsek Percut Sei Tuan.

Meski begitu, korban sempat menghubungi HP pelaku dan meminta agar sepeda motor  tersebut dikembalikan. Namun telepon seluler pelaku tidak aktif. Akibat kejadian itu, korban merugi sebesar Rp18 juta.

Pejabat sementara (Pjs) Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Boy J Situmorang melalui Kanit Reskrim AKP Jonathan Hutagalung, Selasa (28/2/2017)  membenarkan korban telah membuat laporan pengaduannya dan sekarang masih  diperiksa. “Kasus itu tengah dilidik petugas untuk mengetahui keberadaan pelaku,” tandasnya. (Pls)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top