Palu Arit Tren atau Sebuah Ideologi Yang Ingin Bangkit

1
Tiga orang warga Sumatera Utara saat diamankan menggunakan baju berlambang palu arit
Tiga orang warga Sumatera Utara saat diamankan menggunakan baju berlambang palu arit

Satu tahun belakangan, isu bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadi sebuah pembahasan yang cukup aduhai. Baik dari kedai kopi, media sosial dan beberapa media baik cetak, elektronik dan online.

Isu tersebut pun makin santer, setelah banyaknya warga yang tertangkap menggunakan baju berlambang Palu Arit tersebut.  Namun dari beberapa penangkapan pengguna baju palu arit yang ada di Sumut, keseluruhannya mengakui pakaian dengan logo partai terlarang tersebut, tidak mengetahui maksud simbol tersebut.

Sampai-sampai beberapa waktu lalu, Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia saat menjabat sebagai Menko Polhukam seperti yang dikutip dari berita, detik pada tanggal 9 Mai 2016 menganggap pemakaian baju gambar palu arit lebih kepada tren anak muda.

“Ya ini dilihat-lihat lah. Kalau ada satu atau dua kaus (menggunakan pakaian palu arit, ini juga bisa jadi tren anak muda juga. Lihat-lihatlah, jangan berlebihan,” ungkap Luhut di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Senin (9/5/2016).

Benarkah simbol palu arit tersebut, hanya sebuah tren saja?. Namun dari tiga orang yang ditanggap di Sumut yang menggunakan baju palu arit tersebut mengatakan, tidak tahu maksud baju tersebut.

Bisa saja, mereka benar tidak tahu tentang loga palu arit tersebut, pasalnya sejak jatuhnya rezim ordebaru saat itu juga penjelasan sejarah kelam Indonesia pada tahun 1965 seperti mati suri, mulai dari pembelajaran di sekolah atau lainnya.

Coba simak keterangan ketiga orang yang menggunakan baju palu arit yang sempat diwawancarai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here