Polisi Ini Rela Mengajar Mengaji tapi Tak Digaji

oleh
Bripka Mukhlis Nasution saat mengajar mengaji kepada anak muridnya
Bripka Mukhlis Nasution saat mengajar mengaji kepada anak muridnya

Rantauperapat – Menjadi seorang polisi, tidak harus selalu bertugas menangkapi penjahat atau menilangi pelanggaran lalu lintas. Seperti yang dilakukan Bripka Mukhlis Nasution, ditengah kesibukkanya menjadi personil kepolisian, ia menyempatkan diri mengajar mengaji iqro dan bahasa arab kepada anak-anak di Desa Aekburu Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu.

Jangan disangka, personil Babinkamtibmas Aekburu mencari sampingan dengan mengajar mengaji. Semua yang ia lakukan tersebut dilakukan tanpa ada pamrih dan tidak mengharapkan bayaran sepeser uang pun

Setiap harinya, Bripka Mukhlis Nasution menjadi guru bahasa Arab dan Iqro kepada anak-anak di MDTA Al-Mukhlisiyah desa setempat.

Ia pun mengatakan, awalnya ia memutuskan mengajar mengaji tersebut setelah adanya permintaan warga yang ingin mental anak-anaknya semakin baik. Atas permintaan warga tersebut, ia pun merekrut mahasiswa yang ada di desa tersebut

“kita ingin mentak anak-anak kita semakin baik, terutama dalam bidang agama. Adanya permintaan itu, saya memutuskan untuk mengajar anak-anak mengaji,” jelasnya

Apa yang dilakukannya pun mendapat respon yang baik dari masyarakat sekitar. Ia pun kini menjadi idola di Desa Aekburu Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu.

“denga adanya peran serta anggota Babinkamtibmas, sangat membantu dalam membina mental anak-anak kami dan kami warga diini mengucapkan riubaun terima kasih kepadanya,” ucap Dahrum Siregar tokoh masyarakat sekitar

Hal senada juga diucapkan Sugianto orang tua murid yang mendapat ilmu agama dari persnonil Babinkamtibmas itu.

“bersukur kali kami bapak itu mau mengajar, anak-anak kami pun saat ini menjadi lancar mengainya,” terangnya

Setiap harinya, ia selalu berjalan kaki dari rumahnya ke tempat ia mengajar. Rasa lelah dan bosan pun tak pernah menghampiri Bripka Mukhlis.

“Alhamdulillah, semua yang saya lauan semua ini iklhlas,” ucapnya

Ternyata selama ini pekerjaanya mengajari anak-anak mengaji tersebut, tidak diketahui oleh Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang. Namun belakangan ini, Frido sering mendengar kabar anggotanya tersebut mengajar.

Mendengar adanya kabar tersebut, ia pun mengecek kebenarannya dan langsung mendatangi MDTA tempat personilnya megajar. Setelah mengehui kebenaran personilnya tersebut, ia mengaku salut dengan personilnya tersebut.

“Saya salut dengan apa yang dilakukan Bripka Mukhlis, karena pekerjanaya tersebut sangat mulia  sekali dan tanpa ada mengenal pamrih,” ucapnya

 

Ia pun berjanji akan terus membantu MDTA tempat anggotanya tersebut mengajar, terlebih lagi saat ini tempat anggotanya mengajar tersebut hanya berupa bangunan yang sederhana.

“Saya sangat menghargai kinerjanya dan memberikan penghargaanya kepadanya yang rela menyisikan waktunya kepada anak-anak,” ucapnya.

Kisah Bripka Mukhlis ini mengingatkan kita akan Brigadir Polisi Kepala Seladi asal Malang, Jawa Timur yang gigih menjadi pemulung sampah dan menolak uang sogokan, tidak lakukan pungli. Semoga Polisi-polisi seperti ini akan terus lahir (wra)