Kriminal

Kodam I/BB Akhirnya Terbitkan DPO Sertu Hb

para komplotan jaringan narkoba internasional yang diamankan oleh tim gabungan BNN dan TNI
para komplotan jaringan narkoba internasional yang diamankan oleh tim gabungan BNN dan TNI pada penangkapan di Sunggal, Rabu (1/3)

MEDAN- Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan (Kodam I/BB) akhirnya memasukkan Sersan Satu (Sertu) Habibi ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena diduga terlibat dalam peredaran narkotika jaringan Internasional sehari pasca terjadinya kontak senjata antara Bandar nakoba dengan petubas Badan Narkotika Nasional (BNN) di Medan yang menewaskan Rizwan Is, (36).

Baca : Menghawatirkan, Kasus HIV-AIDS di Siantar dan Simalungun Terus Bertambah

“Yang bersangkutan (Sertu Hb) saat penyergapan itu sedang tidak berada di lokasi. Karenanya kita juga telah berupaya memanggilnya namun tidak ada informasi. Lalu, kita lakukan pencarian dan belum ditemukan. Karena itu, yang bersangkutan kita masukkan dalam daftar DPO,”kata Kepala Penerangan Daerah Militer I/ BB (Kapendam I/BB) Kolonel Inf Edy Hartono, Kamis (2/3).

Menurut Kapendam, belum diketahuinya keberadaan Sertu Hb hingga saat ini menjadi pekerjaan tambahan bagi Kodam I/BB untuk melakukan pencarian. Sehingga, bila dikemudian hari oknum Detasemen Polisi

Militer (Denpom) 1/5 Medan itu ditemukan, maka hukumnya ada dua yakni dipecat dan dipenjara.

“Jika terbukti, jika ditemukan maka hukumnya ada dua. Pertama yang bersangkutan akan dipecat dan yang kedua dipenjara,”tegasnya.

Karena itu, sambung Kapendam, pihaknya berharap Sertu Hb dapat segera ditemukan. Ditanya mengenai Senjata api (Senpi) jenis FN yang kini disita oleh pihak BNN untuk dijadikan barang bukti, Kapendam menyebut belum mengetahuinya.

Baca: Ini Identitas Oknum TNI yang Terlibat peredaran Narkoba

Bnn Sumut Gelar Paparan Penangkapan Jaringan Narkoba Yang Melibatkan Oknum Tni Ad

Bnn Sumut Gelar Paparan Penangkapan Jaringan Narkoba Yang Melibatkan Oknum Tni AD

“Fokus kita pada orang dulu (Sertu Hb), jika sudah dapat nanti juga akan ketahuan apakah itu milik oknum tersebut  atau bukan, termasuk sejauhmana keterlibatannya dalam jaringan narkobaini, nanti akan terungkap setelah orangnya ditangkap,”jelasnya.

Sebelumnya, Rizwan Is (36), warga Dusun Utara, Kecamatan Peudawa, satudari 10 sindikat narkoba jaringan internasional tewas saat baku tembak dengan tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI dan Polri di Jalan Medan Binjai, Km 10, 5, Kecamatan Sunggal, Rabu (1/3) lalu.

Dari para tersangka, petugas mengamankan 46, 9 Kg Sabu-sabu, 3620 Butir Pil Ekstasi, 445 Butir pil Heppy Five (H5), Timbangan Elekterik, 25 unit HP dan satu pucuk Senjata api (Senpi) jenis FN serta tiga unit mobil jenis Daihatsu Xenia hitam dengan Nomor Polisi (Nopol) BK 1856 KV, mobil jenis CR-V BK 1189 OG dan CR-V dengan Nopol BK 1976 ZB. (md)

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top