Regional

Menghawatirkan, Kasus HIV-AIDS di Siantar dan Simalungun Terus Bertambah

STOP HIV Aids

Siantar -Kasus HIV Aids di Kota Siantar dan Simalungun semakin meningkat setiap tahunnya. Ironisnya, banyak yang menderita virus tersebut masih diusia remaja.

“Kasus HIV di Siantar dan Simalungun memang cukup menghawatirkan. Rata-rata yang terserang virus tersebut berada diusia produktif,” ucap Tri Utomo dari kelompok Sebaya, Rabu (2/3/2017)

Untuk tahun 2017 ini, sampai dengan  Febuari ini ada 62 kasus HIV aids yang mereka temukan di Siantar dan Simalungin. Rata-rata yang terkena merupakan usia produktif, beriksar usia 45 tahun kebawah.

“Namun banyak juga yang terkena virus tersebut berada di usia 19 tahun,” jelasnya

Rata-rata yang terkena virus tersebut, karena prilaku sex bebas dan penyimpangan sexz.  Selanjutnya, kasus tersebut karena penggunaan narkoba.

Namun dari data yang ada, ada juga kasus yang mereka temukan kepada anak-anak, karena orangtuaya terkena virus tersebut. Menurutnya, penyebaran virus tersebut memang sangat menghawatirkan dan harus menjadi perhatian semua pihak.

Menurutnya, virus HIV ini sebenarnya tidak mudah menular dan penularannya pun sangat terbatas melalui darah, sperma, cairan vagina, dan air susu ibu. Tetapi persepsi publik selama ini sangat berlebihan, sehingga kerap mendiskriminasi para penderita HIV/AIDS.

Saat ini, pihaknya terus mendampingi para ODHA dalam mendapat pelayanan Care Support Treatment (CST) dan Voluntary Counseling Test (VCT) untuk penderita HIV dan AIDS.

Ketika ditanya, untuk tahun 2016 ini ada berapa kasus yang mereka temukan terhadap penularan HIV ini. Ia mengatakan tidak tahu pasti, karena lagi tidak memegang data.

“Lagi tidak pegang data, lupa saya angka pastinya, cuman cukup tinggi di tahun 2016. Kalau tidak salah di siantar ada 600 dan angkanya juga tidak jauh berbeda dengan simalungun,” ucapnya.

Sementara itu, untuk warga binaan diLapas kelas II A Siantar.  Sampai dengan awal Maret ini, ada sembilan warga binaan yang terinveksi HIV Aids.

“Rata-rata yang terkena HIV itu, memang terbawa dari luar, bukan terkena penyebarannya di lapas,” jelasnya.

Saat disinggung, apa  penyebab sembilan warga binaan tersebut terinveksi HIV Aids. Ia mengatakan, lima orang karena pengarush sex bebas dan penyimpangan sex, dua orang karena narkoba dan dua orang karena dari pasangan mereka. (si)

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top