Pilkada

95,98% Pembicaraan Cagub DKI Putaran 2 Berasal Dari Media Sosial

net: Pasangan Ahok Djarot dan Anies Uno melaju diputaran ke II Pilkada DKI
net: Pasangan Ahok Djarot dan Anies Uno melaju diputaran ke II Pilkada DKI

Jakarta – Pilkada DKI Jakarta yang akan memasuki putaran kedua dengan dua kandidat menarik perhatian netizen di Indonesia. Dua calon gubernur, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dan Anies Baswedan sama-sama menjadi topik yang menarik untuk diperbincangkan. Perusahaan media monitoring asal Australia Isentia melakukan pemantauan pembicaraan di media sosial sejak tanggal 10 – 26 Februari 2017 yang lalu dengan jumlah total 733,450 perbincangan.

Menurut Country GM Isentia Jakarta Luciana Budiman, netizen yang membicarakan Ahok jauh lebih banyak dibandingkan Anies. Total pembicaraan mengenai Ahok mencapai 501,970 percakapan sedangkan Anies sebanyak 231,480 buzz. Twitter berkontribusi sebesar 89.99% terhadap total pembicaraan di ranah digital.

“Terjadi peningkatan di beberapa hari tertentu mengenai calon gubernur Ahok, misalnya di tanggal 16 dan 21 Februari. Tingginya pembicaraan tersebut disebabkan oleh adanya berita mengenai hasil Quick Count pilkada 15 Februari yang memperlihatkan unggulnya pasangan Ahok-Djarot dibandingkan pasangan cagub-cawagub lainnya, serta pembicaraan seputar kasus penistaan agama,” tuturnya.

Selain media sosial, Isentia juga memantau pemberitaan di media konvensional seperti surat kabar, majalah, televisi, dan portal online.  Terdapat  30,743 pemberitaan di media-media nasional dan lokal.

Media online memberikan kontribusi tertinggi pemberitaan media konvensional pada kedua kandidat. Kontribusi media online terhadap keseluruhan media social dan konvensional adalah  sebesar 3,72% dengan komposisi 28% mengenai Anies dan 72 persen mengenai Ahok. Sedangkan surat kabar menempati posisi kedua (0,29 %) dengan jumlah pemberitaan 24% Anies dan 76% Ahok. Sedangkan majalah dan televisi berkontribusi masing-masing sebesar 0,01%.

Luciana menambahkan, secara umum share of voice (SOV) di media sosial dan media konvensional antara dua kandidat tersebut berbeda cukup jauh. Komposisi pembicaraan di media sosial adalah 68% untuk Ahok dan 32% untuk Anies. Sedangkan untuk media-media umum komposisinya adalah 28% memberitakan Anies dan 72% memberitakan Ahok.

Pembicaraan Anies seputar sebagian programnya yang realistis, mudah diterima oleh masyarakat serta mengalirnya dukungan dari pemilih Agus Yudhoyono. Sedangkan pada Ahok, aktifitasnya sebagai gubernur saat meresmikan RPTRA Kalijodo dan kemacetan yang mulai berkurang di kawasan Semanggi.

“Jika dilihat secara umum, kontribusi pemberitaan media konvensional tentang kedua kandidat ini hanya sebesar 4,02 persen, sedangkan pembicaraan di ranah media sosial mengenai mereka mencapai 95,98 persen,” tutupnya. (ji)

Click to comment

Leave a Reply

Top News

To Top