Kriminal

Ini identitas Gembong Narkoba Yang Ditembak Mati

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri, Berigjen Eko Daniyanto menggelar pers rilis ungkap sindikat narkoba jalur antarnegara
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri, Berigjen Eko Daniyanto menggelar pers rilis ungkap sindikat narkoba jalur antarnegara

Medan – Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menembak mati seorang bandar yang terlibat dalam jaringan narkoba internasional di Jl Medan-Binjai KM 12,5 Sumatera Utara, Minggu (5/3/2017) malam. Dari gembong ini terbongkar jumlah narkotika cukup fantastis siap edar.

Baca: Ini, Jalur Perlintasan Narkoba Antarnegara

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri, Berigjen Eko Daniyanto menggelar pers rilis ungkap sindikat narkoba jalur antarnegara

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri, Berigjen Eko Daniyanto menggelar pers rilis ungkap sindikat narkoba jalur antarnegara

Dari pemaparan yang digelar petugas kepolisian bersama Polda Sumut, bandar yang tewas diketahui Abdurrahman alias Naga (49) warga Dusun Butsi, Kampung Masjid Sungai Itu, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang.

“Dalam kasus ini tersangka diberikan tindakan tegas lantaran berusaha lari saat pengembangan. Saat itu tersangka berusaha kabur ketika hendak menunjukkan gudang penyimpanan narkoba,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri, Brigjend Eko Daniyanto, di RS Bhayangkara Tingkat II Medan, Senin (6/3/2017)

Eko mengatakan, selain menangkap Naga, pihaknya juga menangkap tiga tersangka lainnya. Di antaranya Amsari alias Sari (32) warga Dusun Cahaya Butsi, Kelurahan Cinta Raja, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. Edi Saputra alias Alfarisi alias Datok alias Iyong (38) warga Dusun Permai, Desa Cinta Raja, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. Zainuddin (45) warga Dusun Margo Utomo, Desa Cinta Raja, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang.

“Semua (empat) tersangka kami tangkap di lokasi yang berbeda. Mereka semua ini merupakan satu jaringan,” beber Eko

Lebih lanjut, Eko juga menyebut, pihaknya akan bergerak cepat melakukan pengembangan guna menangkap jaringan yang lebih besar. Eko menaruh target hingga bulan depan akan adalagi tangkapan dari jaringan narkoba yang lain. Dirinya juga berharap adanya support dari masyarakat.

Humas Polda Sumut melalui Kombes Rina Sari Ginting meyampaikan melalui siaran persnya bahwa petugas amankan 41 Kg narkotika, terdiri dari 34 bungkus sabusabu dan tujuh bungkus Ecstasy.

Baca: Sudah Jadi Korban Pemerkosaan, Siswi Siantar ini disuruh Pindah Sekolah

Kompas Perlindungan Anak saat mendatangi pihak SMA Kampus Nommensen

Kompas Perlindungan Anak saat mendatangi pihak SMA Kampus Nommensen

“Modus sindikat ini menerima nakotika dari Malaysia di airan Sungai Iyu dekat perkebunan sawit daerah Cintaraja Kec. Bendahara Aceh Tamiang. Setelah itu barang ditanam di dalam tanah di tempat pembuatan arang tidak jauh dari Sungai Iyu. Kemudian narkotika diantar ke penerima di Medan,” bebernya. (ts)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top