Kriminal

Ngeri, Begini MS Kendalikan Narkoba dari LP Tanjung Gusta

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho dan Kasat Narkoba saat menunjukan barang bukti narkoba 1 Kg
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho dan Kasat Narkoba saat menunjukan barang bukti narkoba 1 Kg

Medan – Satresnarkoba Polrestabes Medan membongkar sindikat jaringan peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang dikendalikan penghuni  Rumah Tahanan ( Rutan ) Tanjunggusta. Tak tangung-tangung, sebanyak 1 Kg Sabu pun berhasil diamankan sebagai barang bukti.

Baca: Ini, Jalur Perlintasan Narkoba Antarnegara

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri, Berigjen Eko Daniyanto menggelar pers rilis ungkap sindikat narkoba jalur antarnegara

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri, Berigjen Eko Daniyanto menggelar pers rilis ungkap sindikat narkoba jalur antarnegara

Dari informasi yang didapat, pengungkapan kasus tersebut berawal saat polisi mengamankan, seorang Bandar narkoba berinisial MS (27) warga Jalan Sejati Komplek Kowilhan Kelurahan Durian Kecamatan Medan Perjuangan, dan AHS (44) di Jalan Ismaliyah Kelurahan Kota Matsum Kecamatan Medan Area.

Tertangkapnya dua orang jaringan narkoba yang dikendalikan dari LP Tanjug Gusta, tidak terlepas dari adanya informasi masyarakat yang menyatakan ada kurir narkoba yang akan membawa sabu seberat 1 Kg, untuk diantarkan ke salah satu pengedarnya.

“Pengungkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat yang menyebutkan adanya transaksi narkoba di daerah Ismaliyah,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho didampingi Kasat Narkoba AKBP Ganda MH Saragih, kepada wartawan, Kamis (9/3/2017).

Petugas yang mendapat laporan ini, lalu melakukan penyelidikan dengan cara menyaru sebagai pembeli.

“Satu orang tersangka diamankan berinisial AHS ketika membawa sabu di sepedamotor Honda Beat BK 4146 AED,” ujar dia.

Lanjut dikatakan Sandi, dari pemeriksaan satu bungkus plastik sabu itu diketahui memiliki berat sebanyak 1 Kilogram.

“Dari pemeriksaan diketahui kalau sabu itu milik seorang tersangka berinisial MS, tersangka lalu diamankan,” ujar dia.

Baca: Tiduri 16 ABG, Ryan hanya Bermodalkan Rayuan

Ryan Laksanana Nasution

MS sendiri, jelas dia, merupakan residivis kasus narkoba, yang kembali berulah.

“MS itu pengedar, sedangkan AHS kurir,” terang Sandi.

“Kita masih melakukan pengembangan kasus ini, untuk membongkar jaringan narkobanya, karena ada kaitannya ke Rutan ini,” sambungnya.

Sementara itu  tersangka MS kepada petugas mengaku kalau sabu- sabu yang dikemas dalam bungkusan teh asal Tiongkok itu didapatkannya dari seorang perantara di dalam Rutan Tanjung Gusta.

“Aku nelpon seseorang napi di Tanjung Gusta, setelah itu barangnya kujemput ke sana,” kata tersangka.

Di Rutan Tanjung Gusta, tersangka MS lalu didatangi seorang pria bernama Baim keluar dari dalam Rutan, dan menjumpainya untuk mengantar barang haram senilai Rp1 Milyar itu.

“Baim itu perantara saja, dia yang mengantar sabu ke saya, kalau uangnya bisa belakangan bayarnya,” kata dia.

“Saya sudah enam kali mengedarkan narkoba ini, diedarkan di wilayah Medan sekitarnya, paling banyak 2 Kg,” sambungnya.

Baca: Polda Sumut Akui Adanya Kelemah Petugas di Perbatasan

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 UU Narkotika tahun 2009 dengan ancaman hukuman diatas 10 tahun kurungan penjara. (Pls)

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top