Metro

Gara-Gara Papan Reklame DPRD ajukan Hak Interplasi ke Walikota Medan

Penempatan papan reklame di medan semakin amburadul
Penempatan papan reklame di medan semakin amburadul

Medan –  Niatan anggota DPRD Medan menggunakan hak interpelasi (bertanya) kepada Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin bukan hanya gertak sambal.

Bahkan, usulan hak interpelasi terkait tidak jelasnya penataan reklame di Kota Medan itu sudah disampaikan kepada Ketua DPRD Medan, Senin (13/3/2017).

Anggota DPRD Medan Fraksi PAN, Ahmad Arif yang menjadi penggagas digulirkannya hak interpelasi, Ahmad Arif berharap agar pimpinan dewan segera memproses usulan hak interpelasi tersebut.

Disebutkannya, pada berkas usulan hak interpelasi ada sejumlah nama yang sudah menyetujui diantaranya M Nasir dan Asmui Lubis (PKS), Paul Mei Anton (PDIP), Beston Sinaga (PKPI), Modesta Marpaung (Golkar), Godfried Effendi Lubis (Gerindra), dan teranyar Irsal Fikri (PPP).

“Saya juga sudah menandatangani berkas usulan hak interpelasi, pimpinan dewan kita harap segera memprosesnya,”ujar Arif.

Mantan Ketua DPD PAN Medan itu mengaku enggan melakukan lobi politik kepada anggota yang lainnya agar ikut menyetujui digulirkannya hak interpelasi.

“Setiap  anggota dewan mempunyai pandangan masing-masing terhadap satu persoalan. Kita berharap apa yang kita lakukan ini untuk perbaikan Kota Medan, serta menambah semangat wali kota untuk bekerja,”tuturnya.

“Persoalan kesemrautan papan reklame ini sudah sejak lama berproses di DPRD Medan. Bahkan DPRD Medan sudah membuat satu panitia khusus mengenai reklame tersebut. Mulai dari pansus, rekomendasi, stagnan sampai akhirnya kita lanjutkan ke interpelasi ini,”tukasnya.

Terpisah Ketua DPRD Medan, Henry Jhon Hutagalung mengaku belum melihat berkas usulan tersebut.

“Saya belum lihat berkas usulannya. Tapi, kalau usulan itu memenuhi persyaratan, pasti akan kita proses,”ujar Henry Jhon ketika dikonfirmasi wartawan.

” Surat usulan hak interpelasi yang digagas kawan-kawan nanti dinomori oleh Sekwan, lalu diberikan ke pimpinan dan kita jadwal paripurna,”terangnya.

Dia juga tampak mendukung upaya dewan pengusul interpelasi ini. Menurutnya persoalan reklame tak kunjung tuntas sampai hari ini.

Namun saat disinggung pimpinan dewan serius menyikapi usulan interpelasi ini, ia belum mau menjawab kemungkinan tersebut.

“Kalau itu nanti ditanyakan ke pimpinan dewan yang lain. Tergantung komitmen kawan-kawan yang lain juga, gak mungkin saya sendiri,” katan Politisi PDI-P ini.

Wakil Ketua DPRD Medan Ihwan Ritonga belum memberikan sikap tegas terkait ini.

“Interpelasi tidak bisa secara pribadi tapi kelembagaan. Nanti kami bahas pada unsur pimpinan terlebih dahulu,” ungkapnya. (tjg)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top