Metro

Tak Mau di Penjara, Jangan Sebarkan Video Bunuh Diri

ils: medsos
ils: medsos

Jakarta – Seorang pria di Jagakarsa, Jakarta Selatan meninggal dunia bunuh diri yang ia siarkan langsung melalui Facebook. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menghimbau bagi siapapun agar tidak menyebarkan video tragedi tersebut.

“Saya menghimbau bagi siapa saja yang memiliki video tragedi kejadian bunuh diri ini, untuk tidak menyebarkan dan segera men-take down,” sebut Dirjen Aptika Semmuel Abrijani Pangerapan seperti yang dikutip dari detik.com.

“Tragedi seperti ini tidak untuk dipertontonkan. Selain melanggar nilai kemanusiaan dan juga melanggar UU ITE, pasal 28,” tambah dia.

Pihak Facebook sendiri dipastikan sudah menurunkan video bersangkutan. YouTube kabarnya juga melakukan tindakan serupa.

Dalam videonya, pria yang mengaku bernama Indra ini sempat curhat sebelum meninggal. Dia mengaku ditinggal seorang istri yang sudah 13 tahun dinikahinya.

Kejadian bunuh diri ini dikonfirmasi oleh Humas Polsek Jagakarsa Aiptu Khairul. Sang pria ditemukan dalam kondisi tewas dan diduga pemicunya karena cekcok dengan istri.

Sementara itu Facebook akhirnya menghapus video bunuh diri Pahinggar Indrawan alias Indra. Video itu dihapus setelah bercokol sekitar 10 jam di akun Pahinggar Indrawan. Video bunuh diri Indra diunggah sekitar pukul 09.00 WIB, Jumat (17/3/2017). Sebelum dihapus Facebook, video itu sempat dilihat 100 ribu kali.

Komentar membanjiri video itu. Beragam reaksi diekspresikan. Awalnya, banyak yang tak percaya bahwa Indra benar-benar bunuh diri. Setelah ada yang mengunggah foto-foto penemuan jasad Indra di kolom komentar, baru pengguna Facebook terkejut.

Jenazah Indra baru ditemukan sekitar 4 jam setelah live FB, atau tepatnya pada pukul 13.30 WIB. Penemu jenazah adalah anaknya.

Selain video bunuh diri, Facebook juga menghapus video curhat Indra. Video curhat itu diunggah tak lama sebelum video bunuh diri.

Sebelumnya, Seorang pria beristri yakni, Pahinggar Indrawan (36) melakukan aksi bunuh diri usai pertengkaran dengan istrinya Dina Febriyanti (33).

Aksi bunuh diri pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir ini direkam dalam video live di Facebook.

“Anak saya melihat bapaknya sudah dalam posisi tergantung menggunakan tali tambang warna biru yang diikat di kayu plafon,” kata Dina dalam keterangannya pada polisi, Jumat (17/3/2017).

Setelah Indra ditemukan tewas, Ketua RT melaporkannya ke Bhabinkamtibmas Ciganjur, Brigadir Syamsul Anwar dan melaporkannya ke petugas piket Polsek Jagakarsa.

Sumber Detik

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top