Hoax or Not

Heboh di Facebook, Pria ini Ngaku Tuhan, ini nama Agamanya

Sabar Nababan, Pria yang Mengaku Tuhan
profil Sabar Nababan yang mengaku tuhan

Suarakita.co.id– Setelah kasus live facebook bunuh diri yang dilakukan Pahinggar Indrawan, kini Netizen kembali dihebohkan dengan kasus pengakuan Tuhan yang dilakukan Seorang pria asal Medan, Sabar Nababan.

DIANGKAT MENJADI TUHAN: Sewaktu saya menjalani Puasa Juruselamat, Tuhan Jahowa berkata pada saya,”Sabar, maukah kamu…

Posted by Sabar Nababan on Wednesday, 15 March 2017

Seperti yang dilansir Metro Siantar, netizen pun semakin dibuat resah setelah ia terus-terusan memposting sesuatu yang dianggap bertentangan dengan agama yang sudah ditetapkan di Indonesia.

Dari unggahannya di Facebook Sabar Nababan, dia menyebut Agama Angkasa Nauli telah diterima di Dunia Roh oleh Tuhan Jahowa. Dia bahkan menyebut dirinya Tuhan.

Menurutnya, hingga kini jemaat agama ini sudah ada, bahkan di ibu kota. “Tuhan Agama Angkasa Nauli adalah Tuhan Jahowa dan Tuhan Sabar Nababan,” tulisnya, Sabtu (18/3).

Ia juga menyebutkan daftar jemaat dan pengurus Agama Angkasa Nauli itu, di antaranya adalah Dr Ruston Nababan (Pemimpin), Juna Lubis (Penyebar), Singgih Talabuh (Seksi Perlengkapan), Djacob Creekz (Seksi Keamanan), Theocharis Mario (Seksi Perencana) dan Muhammad Adiel Simamora (Seksi Dana, Jakarta). Sedangkan di urutan ketujuh, ia menuliskan ‘Siapa menyusul?’.

Bahkan di postingan sebelumnya, Sabar juga menjelaskan tata cara beribadah agama ini, juga tata busananya.

Disebutkan, tata ibadah Agama Angkasa Nauli adalah, berdoa dalam hati (saat teduh), bernyanyi 5 ayat, berdoa pembuka, bernyanyi 5 ayat, pengumuman, koor, berkhotbah, bernyanyi 5 ayat dan mengumpulkan persembahan, serta doa penutup dan berkat. Ia menyebutkan, susunan acara masih bisa berubah.

Sedangkan visi Agama Angkasa Nauli, menurut Sabar adalah menjadikan AAN sebagai agama yang memiliki akses paling besar ke Angkasa Raya.

Misinya, menjadikan AAN sebagai agama yang paling disukai Tuhan Jahowa di antara agama serumpun di dunia. Kemudian menghasilkan roh-roh yang memiliki kekudusan yang lebih baik dan dosa yang paling sedikit, menjadikan umat sebagai pelopor perdamaian, dll (masih dipikirkan).

Sabar juga memposting peraturan dalam Agama Angkasa Nauli. Di antaranya adalah mengembalikan perpuluhan, tetapi tidak wajib, puasa 16 hari tidak makan tapi minum 3 gelas sehari (diambil sekali seumur hidup), atau puasa 31 hari tidak makan tapi minum 3 gelas sehari (diambil sekali seumur hidup). Lalu babtis percik, dalam ibadah, berdoa langsung tanpa membaca.

Selanjutnya, jubah pendeta warna hijau muda, dasinya warna putih dan memakai bahasa Indonesia. Dalam ibadah, tidak bertepuk tangan dan tidak menari, serta ibadah hanya diikuti oleh piano, kecapi, gitar, dan saksophone, dll (masih dipikirkan). Dengan semua postingannya itu, Sabar pun semakin dicerca netizen

Banyak yang geram dan meminta Facebook menutup akun itu karena sesat. Netizen pun ramai-ramai bereaksi dan menduga Sabar Nababan sedang mencari sensasi dan terkena halusinasi.

Dalam profil pria ini, dia mengaku berasal dari Medan, seorang dosen di Universitas Mataram dan tinggal di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Netizen pun selalu memenuhi komentar di akun Facebooknya tiap kali dia mengunggah hal baru. Bahkan dia meladeni netizen di kolom komentar dengan santai.

Ketika Sabar menulis status “Bahasa Pengantar AAN adalah Bahasa Indonesia, netizen pun lantas mengajukan pertanyaan. “Bahasa Inggris gak bisa pak?” tanya netizen bernama Bebet. “Bisa nanti sebagai bahasa ke-2,” jawab Sabar Nababan.

“Ada bahasa Timor tidak pak Nababan,” tanya Louis Telnoni.

Sabar kemudian menjawab tidak ada.

“Jadi jabatan bapak di AAN apa pak?”

Saat itu dosen peraih gelar Magister Teknik ini menjawab bahwa jabatannya adalah Tuhan.

Hanya saja dalam status terakhirnya, Sabar Nababan menyebut, ”Saya tidak bisa memberikan status dan komentar sampai datang Ijin AAN dari Menteri Agama RI, Demikian untuk dimaklumi,” tulisnya. (srk/int)

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top