Regional

Potret Buram Transportasi anak Sekolah

para anak MIS di Kerasaan kabupaten Simalungun menumpangi betor dengan cara bergantung
para anak MIS di Kerasaan kabupaten Simalungun menumpangi betor dengan cara bergantung
  • para anak MIS di Kerasaan kabupaten Simalungun menumpangi betor dengan cara bergantung
  • Para siswa sekolah di kawasan SIdamanik Kabupaten Simalungun nekat menaiki atap angkot saat pulang sekolah
  • Para siswa sekolah di kawasan SIdamanik Kabupaten Simalungun nekat menaiki atap angkot saat pulang sekolah
  • Becak bermotor (betor) yang biasanya kerap di jumpain di kawasan pakam, kabupaten Deli Serdang tak kalah ekstrim dalam mengangkut penumpang seperti anak sekolah. Betor yang seharusnya hanya bisa mengangkut dua sampai tiga orang saja, dimodifikasi sampai bisa mengangkut lebih dari delapan orang.
  • seorang siswi sekolah dari Binjai nekat menaiki angkot
  • para anak MIS di Kerasaan kabupaten Simalungun menumpangi betor dengan cara bergantung
  • Para siswa sekolah di kawasan SIdamanik Kabupaten Simalungun nekat menaiki atap angkot saat pulang sekolah
  • Para siswa sekolah di kawasan SIdamanik Kabupaten Simalungun nekat menaiki atap angkot saat pulang sekolah
  • Becak bermotor (betor) yang biasanya kerap di jumpain di kawasan pakam, kabupaten Deli Serdang tak kalah ekstrim dalam mengangkut penumpang seperti anak sekolah. Betor yang seharusnya hanya bisa mengangkut dua sampai tiga orang saja, dimodifikasi sampai bisa mengangkut lebih dari delapan orang.
  • seorang siswi sekolah dari Binjai nekat menaiki angkot

Suarakita.co.id – Transportaasi bagi anak sekolah merupakan kebutuhan yang sangat penting.  Mulai dari berangkat sekolah, hingga pulang sekolah.

Sayangnya,  untuk trasportasi mereka, mulai dari becak bermotor,  angkutan kota (angkot) sampai bus kebanyakkan tidak layak. Bahkan sangat membahayakan,  anak sekolah tersebut.

Ironinya, sampai saat ini meski telah dilakukan penindakkan tegas terhadap pengemudi betor, angkot dan bus oleh pihak kepolisian tidak juga membuat jera

Memang tidak bisa kita serta merta menyalahkan para supir angkot, bus dan pebetor. Pemandangan potret buram angkutan sekolah tersebut sudah terjadi sejak lama dan bisa dibilang disukai pelajar.

“Sudah biasa itu bang, dulu hampir setiap hari (waktu sekolah) sering menumpang angkot dengan bergantungan. Bahkan hanya berpegang dengan baju kawan,” ucap Onggo warga Siantar mengenang masa sekolahnya

Hampir semua anak sekolah di zamannya,  terkadang lebih memilih menumpang dengan cara seperti itu.

“Kadang kami tak bayar, makanya nekat menumpang,”jelasnya

Sudah pasti, orang tua, guru dan pejabat terkait tidak menginginkan gal tersebut. Namun meskipun begitu, pihak kepolisian harus terus mengambil langkah tegas agar pemandangan ekstream anak sekolah dengan bergelandungan di angkot atau bus tidak terjadi lagi. (si)

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Ini wajah dua Polisi Gadungan Yang kerap Menyetop Pengedara di Medan – Suara Kita

  2. Pingback: Gara-gara Baterai Angkot, Edo Nyaris Tewas dimasa Warga – Suara Kita

Leave a Reply

Top News

To Top