Regional

Banjir Bandang di Madina, Sekolah Diliburkan

Kadis Pendidikan Madina, Jamilah, SH saat meninjau langsung kondisi SDN 045 Bukit Malintang yang terkena banjir, senin (27/3)
Kadis Pendidikan Madina, Jamilah, SH saat meninjau langsung kondisi SDN 045 Bukit Malintang yang terkena banjir, senin (27/3)

Madina – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Mandailing Natal (Madina), minggu (26/3) menyebabkan banjir di 3 Kecamatan yakni Kecamatan Pakantan, Kecamatan Hutabargot dan Kecamatan Bukit Malintang berdampak juga bagi dunia pendidikan.

Pasalnya, akibat arus banjir yang membawa lumpur serta pasir membuat sejumlah sekolah menjadi tidak bisa mengadakan proses belajar mengajar.

Para siswa dan Guru SDN 045 Bukit Malintang saat gotong royong membersihkan lingkungan sekolah, senin (27/3).

Para siswa dan Guru SDN 045 Bukit Malintang saat gotong royong membersihkan lingkungan sekolah, senin (27/3).

Seperti halnya Sekolah SDN 045 Kecamatan Bukit Malintang. Pasca banjir yang melanda daerah tersebut, membuat para pelajar dan guru harus bergotong royong untuk melakukan pembersihan lokal dan halaman sekolah, sehingga proses belajar mengajar harus diliburkan.

Kepala Dinas Pendidikan Madina, Jamilah, SH saat dikonfirmasi di lokasi sekolah SD 045 Bukit Malintang, senin (27/3) mengatakan, apabila melihat kondisi lokal dan lingkungan sekolahnya seperti ini, maka proses belajar mengajar sementara harus diliburkan hingga sekolah bersih kembali.

Baca: Tiga Orang tewas Akibat Banjir Bandang di Tapsel

ORYZA PASARIBU DITERJANG BANJIR: Jenazah Sahriana Situmorang, dua orang putrinya Rafiah dan Sakinah, disemayamkan di rumah duka Lingkungan III, Kelurahan Lubuk Raya, Kecamatan Psp Hutaimbaru, Kota Psp, Senin (27/3) dini hari.

ORYZA PASARIBU
DITERJANG BANJIR: Jenazah Sahriana Situmorang, dua orang putrinya Rafiah dan Sakinah, disemayamkan di rumah duka Lingkungan III, Kelurahan Lubuk Raya, Kecamatan Psp Hutaimbaru, Kota Psp, Senin (27/3) dini hari.

” untuk sementara proses belajar mengajar harus kita luncurkan dulu saat ini, dan nanti dapat dilanjutkan kembali, apabila lokal dan lingkungan sekolah telah bersih kembali ” ujarnya

Baca: Pulang Sekolah, Anak Sekolah Ini Temukan….

Penemuan jasad Ganiwa (34) oleh anaknya di sungai Sibahi

Penemuan jasad Ganiwa (34) oleh anaknya di sungai Sibahi

Kan tidak mungkin para pelajar dan guru dapat melaksanakan proses belajar mengajar dengan kondisi seperti ini. Maka itu, sebelum sekolah-sekolah yang terkena banjir bersih kembali, sekolah kita luncurkan dulu ” sambungnya. (FRY)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

To Top