Ini Identitas Oknum TNI yang Terlibat peredaran Narkoba

1
Bnn Sumut Gelar Paparan Penangkapan Jaringan Narkoba Yang Melibatkan Oknum Tni Ad
Bnn Sumut Gelar Paparan Penangkapan Jaringan Narkoba Yang Melibatkan Oknum Tni Ad

Medan- Deputi Penindakan dan Pemberantasan Narkotika BNN, Irjen Arman Depari dalam keterangan persnya terkait dengan pengungkapan sabu sabu, yang salah seorang pengedarnya tewas ditembak ini mengaku kalau sindikat jaringan narkoba ini sudah lama diintai dan menjadi target oleh BNN.

“Operasi ini sudah kita laksanakan kurang lebih tiga minggu, dimulai dari beberapa minggu yang lalu dengan informasi awal yang menyebutkan ada penyelundupan narkoba masuk ke indonesia melalui laut,”‎ ujar Arman Depari.

Petugas gabungan TNI, Polri, dan Bea Cukai, jelas dia, bersama melakukan penyelidikan. Dari perbatasan Aceh, petugas lalu membuntuti 2 unit mobil yang melintas menuju Medan.‎

”Kemudian anggota yang surveilance (mengintai) mengikuti sampai melewati daerah Aceh masuk ke Sumut kemudian sesampainya di kilometer 10,5 jalan raya Medan – Binjai, petugas berusaha memeriksa dan menghentikan kendaraan itu,” bilangnya.

Namun, pengemudi semakin cepat kabur menghindari sergapan petugas. “Diberikan tembakan peringatan, yang bersangkutan terus memacu kendaraanya yang akhirnya tembakan diarahkan kendaraan yang ditumpangi sehingga berhenti ditengah jalan, dan petugas melakukan pemeriksaan dan didalam kendaraan ditemukan 2 orang, 1 terkena tembakan dan 1 tidak kena,” ungkap dia.

Akibat tembakan, lanjut Arman, salah seorang tersangka berinisial Riz meninggal dunia, sedangkan tersangka berinisial MD yang selamat dari tembakan, lalu dilakukan pengembangan.

”Total barang bukti 59 bungkus dengan berat total 46,8 ribu gram atau sama dengan 46,9 Kg, kemudian 445 butir happy five, timbangan, alat komunikasi dan 3620 butir ekstasi,” ujar dia.

Selain itu, petugas juga menemukan senjata api dari rumah salah seorang tersangka berinisial H yang merupakan anggota TNI.

“Ada tiga jenis narkoba yang ditemukan di rumah anggota TNI belum dapat dijelaskan karena sampai sekarang belum ditemukan, dan di rumah di Johor ditemukan 7 Kg sabu, sedangkan di lokasi awal ada 38 bungkus sabu yang mirip kemasan teh beraksara cina,” kata dia.‎

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan 112 114 UU No 35 Tahun 2009 Tentang narkoba‎ dengan ancaman hukuman mati.

“Mereka ini pengendali, kurir, sekaligus pemilik narkoba sabu sabu,” tandas Arman.

Sebelumnya, Arus lalu lintas yang padat di jalur lintas Medan-Binjai persisnya di 10,5 KM Desa Payageli Kecamatan Sunggal, Rabu 1/3/2017 sekitar pukul 09.00 WIB, digemparkan dengan adanya aksi kontak baku tembak.

Dari arah Binjai menuju Medan, 3 unit mobil jenis mini bus memepet 2 unit mobil Honda CRV BK 1189 OG, dan Mobil Xenia BK 1856 KV.

Tak begitu lama kemudian, suara berondongan peluru menyasar ke arah 2 unit mobil yang diduga dikendarai bandar narkoba jaringan internasional itu.

Salah seorang pengemudi Xenia, terkapar bersimbah darah diterjang timah panas milik petugas BNN.

“Kami dari BNN (Badan Narkotika Nasional ), mohon jangan mendekat,” ujar petugas memakai rompi anti peluru yang sedang menghalau kendaraan yang sedang melintas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here