Petani Menjerit, Harga Sawit Terus Terjun Bebas

oleh
Bisnis/Andi Rambe HARGA CPO Pekerja memuat tandan kelapa sawit ke dalam truk sebelum dibawa ke pabrik pengolahan di Teluk Dalam, Asahan, Sumut, Selasa (12/2). Harga minyak kelapa sawit atau CPO (crude palm oil) semester I/2013 diperkirakan bergerak lamban pada kisaran US$850-US$870 per ton karena permintaan dari China dan India belum meningkat.
Bisnis/Andi Rambe HARGA CPO Pekerja memuat tandan kelapa sawit ke dalam truk sebelum dibawa ke pabrik pengolahan di Teluk Dalam, Asahan, Sumut, Selasa (12/2). Harga minyak kelapa sawit atau CPO (crude palm oil) semester I/2013 diperkirakan bergerak lamban pada kisaran US$850-US$870 per ton karena permintaan dari China dan India belum meningkat.

PALAS- Harga sawit terus terjun bebas sejak sebulan terakhir ini, bahkan harganya yang Rp 2.100 kini menjadi Rp 1700

Seperti halnya di papan informasi milik peron Sawit Makmur di Kawasan Sigala-gala Sibuhuan, harga beli tertera Rp1.700. Tentu, itu jika transaksi dilakukan di peron.

Baca: Pria ini, Tega Rudupaksa Dua Anak Tirinya sampai Hamil dan Menikahinya

Joko Irawan saat diringkus dan diamankan di Ruangan Unit PPA.
Joko Irawan saat diringkus dan diamankan di Ruangan Unit PPA.

Akan berbeda lagi harganya jika dijemput ke lokasi perkebunan. Rata-rata, perbedaannya, berkisar Rp200 hingga Rp300, tergantung lokasi kebun.

Untuk diketahui, rata-rata, sawit petani langsung dijemput oleh toke pengumpul di kebun. Tentu, jika jarak ke kebun jauh dan juga melewati medan yang sulit, akan bertambah biaya untuk pengambilan TBS.

“Kadang, terpaksa pakai mobil kombet (istilah untuk mobil gardan dua untuk pelangsir),” kata Karnen Hasibuan, satu tauke pengumpul saat berbincang dengan Metro Tabagsel, baru-baru ini.

Sementara itu, petani sawit saat diajak berbincang mengaku masih berharap harga sawit bisa naik kembali atau setidaknya bertahan di angka sekarang ini.

“Takutnya turun pula lagi terus ya, ” kata Iwan, seorang petani.

Padahal, dikatakannya, produksi TBS juga saat ini jauh berkurang alias trek. Dikatakan, sawit ini memang ada siklus naik turunnya produksi. Kebetulan, saat ini bertepatan dengan siklus musim trek atau turun produksi.

Baca: Pulang Sekolah, Anak Sekolah Ini Temukan….

Penemuan jasad Ganiwa (34) oleh anaknya di sungai Sibahi
Penemuan jasad Ganiwa (34) oleh anaknya di sungai Sibahi

Dia menceritakan, penghasilan yang sebelumnya mencapai dua ton sekali panen, kini tinggal 1,5 ton lagi. Bahkan, kadang hanya satu ton.

Diyakininya, itu terjadi karena imbas musim kemarau panjang yang baru-baru ini melanda Padang Lawas. Kemarau panjang yang mencapai enam bulan, membuat sawit tidak menghasilkan buah lagi. (*/mt)