Pilgub Sumut 2018, Pertarungan Dua Bupati

1
ilsL: Pilkada
ilsL: Pilkada

Medan – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahap ke III akan digelar Juni 2018. Hal itu sesuai dengan UU No 10/2016.

Di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akan ada 9 daerah yang ikut menyelenggarakan Pilkada 2018, termasuk pemilihan Gubernur.

baca: Kader Sudah Berkumpul, Musda ke IX Golkar Tebing Malah Batal

Ketua DPRD M.Ridho Chap, Ketua Fraksi Golkar Ibrahim Nasution dan Kandidat Ketua Pahala Sitorus berkonsultasi dengan sesepuh Golkar H.M.Syafri Chap.
Ketua DPRD M.Ridho Chap, Ketua Fraksi Golkar Ibrahim Nasution dan Kandidat Ketua Pahala Sitorus berkonsultasi dengan sesepuh Golkar H.M.Syafri Chap.

Namun meski, pemilihan calon gubernur tinggal setahun lagi, sudah ada beberapa nama yang diunggulkan maju dalam  pertarungan pilkada tersebut.

Yang membuat menarik dalam pertarungan Pilgub 2018 mendatang, akan menjadi pertarungan para Bupati yang telah memimpin selama dua periode di daerah mereka.

Para kepala daerah yang digadang-gadangkan maju dalam pilgub tersebut, Bupati Simalungun JR Saragih yang juga ketua DPD Partai Demokrat Sumut dan Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu yang juga ketua DPD Partai Golkar Sumut

Bahkan keduanya, sudah secara terang-terangan menyatakan maju dalam pilkada 2018, baik itu dari perkataan mereka langsung, hingga tebar pesona di Media sosial.

Tidak hanya kedua kepala daerah tersebut yang disebut maju, tidak lupa juga calon petahana HT Erry Nuradi  yang juga sudah pasti maju dalam pilkada mendatang.

baca: Pilkada 2018 di Sumut Nanti Akan Habiskan Rp 1.3 Triliun

Ada juga dua nama anggota DPR RI dari partai PDI Perjuangan yang juga dikabarkan maju dalam Pilgub mendatang. Keduanya Maruarar Sirait/Junimart Girsang.

Namun dari kabar yang diterima www.suarakita.co.id, dalam pilgub mendatang dikabarkan HT Erry akan menggandeng H Ngogesa Sitepu. Sedangkankan JR Saragih akan menggandeng Kharuddin Syah atau H Buyung, Bupati Labuhanbatu Utara (Labura).

“Dengar-dengar katanya bupati Labura yang akan digandeng pak JR dalam pilgub nanti,” ucap seorang sumber

baca: Kalah di Prapid Siwaji Raja, Ini yang akan dilakukan Kapolda Sumut

Sementara itu, bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut dari jalur independen wajib mengumpulkan sebanyak 742.721 KTP dukungan, yang tersebar di sebanyak 17 kabupaten/kota. Jumlah tersebut bila mengacu kepada data DPT Pemilihan Presiden tahun 2014 bejumlah 9.902.948 pemilih.

Komisioner KPU Sumut Divisi Teknis, Benget Silitonga memaparkan, apabila jumlah DPT di satu provinsi 6-12 juta, maka calon perseorangan membuhkan dukungan minimal 7,5 persen. Dukungan tersebut harus tersebar di sebanyak 17 kabupaten/kota.

Untuk calon perseorangan butuh dukungan minimal 742 ribu yang tersebar di sebanyak 17 Kabupaten/Kota. Jumlah ini mengacu ke DPT pada pemilihan legislalatif tahun 2014, kita tidak tahu jumlah DPT saat ini berapa, pasti ada perubahan,”sebutnya.

Dia mengakui, tidak mudah untuk mencari dukungan dari 742 ribu orang agar bisa maju sebagai calon gubernur dari jalur independen (perseorangan). “Buktinya 2013 tidak ada yang maju dari jalur perseorangan, kita lihat nanti bagaimana perkembangan,” sebutnya. (tjg)

1 KOMENTAR

  1. SAYA INGIN KEMBALI GUBERNUR BAPAK H. TENGKU ERRY NURADI MENJABAT SEPERTI SEMULA
    SAYA AKAN MENDUKUNG DOA BUAT BAPAK TENGKU ERRY NURADI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here