Rumah Bendahara Yayasan Guppi Medan Nyaris dibakar OTK

oleh
Rumah korban yang dibakar
Rumah korban yang dibakar

Medan – Rumah Bendahara Yayasan Gabungan Usaha Perguruan Pendidikan Islam (GUPPI), Kasmadinah Boru Pulungan (59)  yang berada di Jalan Baru, Kelurahan Tembung, Percut Sei Tuan dibakar orang tak dikenal (OTK), Selasa (14/3/2017) sekira pukul 03.30 WIB.

Beruntung dalam peristiwa itu api dapat dipadamkan, sehingga rumah semi permanen itu tidak habis terbakar dan tidak ada korban jiwa.

Informasih di lapangan, sebelum kejadian Kasmadinah, suaminya Mustari Harahap (59), dan anak wanitanya, serta cucunya tertidur lelap.

Mustari yang tidur di ruang tamu, tiba-tiba saja  mencium aroma bensin.

Mustari pun mencari tahu dan melihat sepeda motor Suzuki Spin yang berada di ruang tamu, tidak ada yang bocor dan mengeluarkan bensin.

Begitu beranjak ke dapur, Mustari sontak melihat api membakar dinding rumah yang telah disiram bensin. Suami Kasmadinah ini pun menjerit dan memangil istrinya sambil berteriak kebakaran.

Kemudian Kasmadinah dan anak wanitanya langsung keluar rumah dan menyiramkan air ke dinding rumah semi permanen tersebut. Bekisar 10 menit kemudian  api itu pun dapat dipadamkan.

“Sekeliling rumah kami sudah disiram bensin dan diduga pelaku, orang suruhan,” ujar Kasmadinah.

Pasangan suami istri ini sempat melihat dua orang berlari. Satu mengarah ke Jalan Padang dan satu orang menuju ke Jalan Baru. Namun Korban tidak tanda dengan ciri dan wajah pelaku.

“Sewaktu bapak berteriak, dua orang itu langsung kabur,” ucap Kasmadinah.

Katanya, peristiwa pembakaran rumahnya, ada kaitannya dengan seseorang yang bergabung di Yayasan GUPPI.

Polimik ini sebenarnya, menurut Kasmadinah, sudah lama terjadi pada tahun 2011 dan sudah redah. Kini muncul lagi polimik tersebut, dengan cara membakar rumah.

“Saya sampai sekarang, sering diancam orang itu dan akan dibunuh. Orang itu ingin menguasai Yayasan Guppi dan memalsukan akta yayasan ini. Saya tidak usah menyebutkan namanya, karena saya sudah tahu. Maka orang lain disuruhnya,” ungkap Kasmadinah diamini suaminya.

Kejadian tersebut sudah dilaporkan korban ke Polsek Percut Sei Tuan.

“Untung Tuhan masih sayang sama kami, sehingga Tuhan menjagakan suami saya dari tidurnya. Jika tidak, mungkin rumah dan saya, suami, anak serta cucu tewas terpangkang,” kenang wanita itu menunjukan laporan pengaduannya.

Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, AKP Jonathan H membenarkan adanya laporan korban.

“Saat ini anggota kita tengah melakukan penyidikan. Petugas sudah turun ke lokasi mengecek rumah korban yang terbakar. Kasus ini akan segera diusut,” tandasnya. (Pls)