Tega, di Garut Ada Anak yang Tuntut Mamaknya Rp 1.8 M

oleh
ils: anak yang melawan mamaknya
ils: anak yang melawan mamaknya

Garut – Kasih anak sepanjang galah, kasih ibu sepanjang jalan. Mungkin gambaran pepatah ini sangat lah pantas untuk disematkan dalam kasus anak yang memperkarakan mamaknya kepengadilan di Garut Jawa Barat. Sang anak tega menuntuk mamaknya uang rugi sebesar Rp 1.8 Miliar, atas hutang mamaknya yang hanya sebesar Rp 42 juta

Orang tua yan tak beruntung tersebut Siti Rokayah yang berusia 83 tahun. Dari pernikahannya Siti Rokayah mempunyai 11 anak. Nah anak kesembilan lah yang sangat tega menuntut ibunya tersebut

Baca: Kasihan, Untuk Bertahan Hidup Nenek ini Hanya Makan Rumput

Nek Sandora dan rumput krokot cino

Menurut Yani Suryani dan menantunya Handoyo, Siti Rokayah dianggap bertanggung jawab atas utang senilai Rp 42 juta yang merupakan pinjaman kakak penggugat, yaitu anak nomor enam. Padahal Rokayah hanya bertindak sebagai peminjam dengan barang jaminan sertifikat tanah.

“Yang dijaminkannya juga sertifikat milik ibu saya. Dan sebetulnya itu juga belum bisa dijadikan jaminan. Karena janjinya meminjamkan Rp 42 juta supaya sertifikat diambil, itu cuma ngasihnya setengahnya,”. jelas Eep Suhendi, anak tergugat, seperti dalam tayanga Liputan 6 Siang SCTV, Sabtu (25/3/2017).

Kasus perdata ini mendapat perhatian dan pendampingan dari Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2PT2A).

Tim menilai, gugatan anak kandung dan sang menantu terhadap ibunya merupakan bentuk kekerasan terhadap lansia berdasarkan Undang-undang perlindungan lansia nomor 43 Tahun 2004.

Saat ini kasus tersebut pun sudah masuk dalam persidangan, mesti sudah berkali-kali ditunda.  Dalam sidang pagi tadi , mendengarkan pembacaan duplik dari kuasa hukum penggugat (anaknya).

Baca: Ini Pengakuan Penculik Anak yang Tertangkap

Pasangan suami istri h (35) dan ww (30), pelaku penculikan tiga anak di cidaun, cianjur, dipamerkan kepada wartawan di mapolres cianjur, kamis (23/3/2017). (tribun jabar/dian nugraha)
Pasangan suami istri h (35) dan ww (30), pelaku penculikan tiga anak di cidaun, cianjur, dipamerkan kepada wartawan di mapolres cianjur, kamis (23/3/2017). (tribun jabar/dian nugraha)

Kasus yang menjerat Siti Rokayah terjadi karena utang piutang antaranak Rokayah, Asep dan Yani sebesar Rp 47 juta dengan jaminan surat dan sertifikat tanah. Setelah sekian lama, Asep hanya mampu membayar sebesar Rp 22 juta.

November 2016 lalu, Handoyo sang menantu atau suami Yani kembali mempermalasahkan utang piutang hingga ke meja hijau. Anehnya, justru sang mamak lah yang digugat oleh Yani dan Handoyo. Tak tanggung-tanggung, keduanya menggugat Siti sebesar Rp 1,8 miliar.

Sebenarnya keluarga telah mengupayakan jalan damai kasus anak tuntut ibu ini. Namun, sang anak tetap menggugat ibunya dan meneruskan kasus ini ke Pengadilan Negeri Garut.

sumber Liputan6