Metro

Kasihan, Tidak ada BPJS Pasien ini Katanya ditolak Pihak Rumah Sakit

ils BPJS

Medan – Masalah pasien miskin tidak diterima untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan di rumahnya sakit masih terus terjadi di Kota Medan. Kali ini, seorang keluarga miskin diduga ditolak pihak Rumah Sakit Bahagia yang terletak di Jalan Bahagia By Pass untuk mendapatkan pengobatan.

Pihak keluarga, Een, kepada wartawan, Minggu (2/4) menceritakan Sindika Putri (26) warga Jalan Perjuangan, Lingkungan V, Medan Polonia sebelumnya menderita sakit asam lambung dan telah berobat ke Rumah Sakit (RS) Bahagia di Jalan Bahagia By Pass Medan.

“Namun itu, hanya sebatas berobat jalan, karena adik sepupunya itu bekerja di Jalan Halat,” katanya.

Baca: Ini dia Wajah, Calo Sim Yang Merangkap Jukir

Para calo SIM yang diamankan

Para calo SIM yang diamankan

Baca: Mau Jemput Pacar, Pria ini Malah Tewas Tabrak Truk yang Sedang Berhenti

Namun, sebut Een, pada Jumat (31/3) penyakit adiknya itu kambuh. Oleh keluarga, Sindika, dibawa lagi ke RS Bahagia guna mendapatkan perawatan dan pengobatan. Tetapi, kata Een, saat masuk ke RS, kata Een, pihak rumah sakit bertanya perihal status pasien dan dijawab pihak keluarga kalau pasien merupakan orang miskin dan akan mengurus BPJS.

Mendengar penjelasan itu, pihak rumah sakit meminta agar keluarga harus menyerahkan jaminan sampai pengurusan BPJS selesai. Bahkan, dokter di rumah sakit itu juga menyatakan hal yang sama.

Namun, pihak keluarga mengatakan kalau mereka miski  dan tidak mempunyai jaminan. Tapi, dengan arogannya sang dokter mengatakan kalau tidak ada uang, harus keluar dari rumah sakit, hingga akhirnya keluarga membawa pasien pulang dan melanjutkan pengobatannya ke RS Pirngadi.

“Oleh RS Pirngadi, kami dilayani dan pasien mendapatkan pengobatan,” kata Een

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Medan, Bahrumsyah kesal mendengar kabar ada rumah sakit di kota Medan yang menolak pasien karena miskin.

Ketua Fraksi PAN itu bahkan meyebut  RS Bahagia tidak  berperikemanusiaan.

“RS Bahagia bukan saja melanggar hak dasar warga masyarakat, tetapi juga melanggar UU tentang Rumah Sakit dan UU Kesehatan,” kata Bahrumsyah

Kata dia, di dalam UU tentang rumah sakit, tidak diperbolehkan rumah sakit  menolak pasien.

“Kita  meminta agar kasus ini ditindaklanjuti. Cabut izin rumah sakitnya dan BPJS Kesehatan supaya memutus kerjasama dengan RS tersebut sebagai provider BPJS,” tegasnya. (tjg)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Ini pilihan, Fraksi Gerindra untuk Posisi Sekretaris DPRD Sumut – Suara Kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top