Regional

Takut Terkena Banjir, Ini yang dilakukan Warga Siolip

Potretsumut-Satu Alat Berat Saat Membersihkan Hulu Sungai Aek Solok Di Desa Siolip
Potretsumut-Satu Alat Berat Saat Membersihkan Hulu Sungai Aek Solok Di Desa Siolip

Palas- Takut terkena banjir lagi dari meluapnya sungai Aek Solok, warga Siolip Kecamatan Barumun kompak melakukan normalisasi sungai, selasa (4/4/2017).

Tampak, ratusan warga turun ke sungai Aek Solok, bersama dengan tim dari Pemkab Palas ikut serta dalam membersihkan sungai. Tampak juga tim dari Pemkab Palas membawa satu alat berat berupa eskavator.

Seperti diketahui, banjir menggenangi rumah-rumah warga di Siolip beberapa waktu lalu. Padahal kawasan tersebut, bisa dibilang jarang terkena banjir.

Hal ini lah yang membuat warga kompak melakukan normalisasi atau pembersihan, sehingga batang sungai pun bersih lagi.

Tampak pembersihan dipusatkan warga di bagian hulu sungai. Sampah yang menumpuk di sungai diangkut. Alat berat, eskavator pun langsung turun ke sungai.

Baca: Petani Menjerit, Harga Sawit Terus Terjun Bebas

Bisnis/Andi Rambe HARGA CPO Pekerja memuat tandan kelapa sawit ke dalam truk sebelum dibawa ke pabrik pengolahan di Teluk Dalam, Asahan, Sumut, Selasa (12/2). Harga minyak kelapa sawit atau CPO (crude palm oil) semester I/2013 diperkirakan bergerak lamban pada kisaran US$850-US$870 per ton karena permintaan dari China dan India belum meningkat.

Bisnis/Andi Rambe
Pekerja memuat tandan kelapa sawit ke dalam truk sebelum dibawa ke pabrik pengolahan di Teluk Dalam, Asahan, Sumut, Selasa (12/2). Harga minyak kelapa sawit atau CPO (crude palm oil) semester I/2013 diperkirakan bergerak lamban pada kisaran US$850-US$870 per ton karena permintaan dari China dan India belum meningkat.

“Memang harus dibersihkan,  kalau tidka bisa gawat banjir lagi kayak kemarin. Kami tidak mau terulang lagi makanya, warga sepakat melakukan pembersihan,” ucap Amran warga yang ikut dalam gotong royong tersebut

Sebelumnya, pihak pemerintahan desa sudah koordinasi ke Pemkab Padang Lawas untuk diturunkan alat berat. Pembersihan memang mudah dilakukan, dengan melibatkan eskavator.  Hanya, warga juga ikut mengangkut kayu-kayu yang nyangkut saat itu. Karena sudah ada eskavator, alur sungai pun didalamkan.

Hal serupa juga sebelumnya dilaksanakan warga Hasahatan Julu. Di sini, kasus beda. Pengairan sawah di sekitar Hasatan Jae yang bersumber dari Irigasi Bondar Saba Padang sudah banyak yang mengganggu di bagian hulu. Untuk menormalkan aliran irigasi, alat berat dari Pemkab Palas juga diturunkan.

“Banyak balok besar di Hulu Bondar Saba Padang disebabkan meluapnya aliran Sungai Barumun waktu itu. Sehingga kayu dan balok hanyut dari hulu Sungai Barumun sampai menutupi Hulu Bondar Saba Padang,” kata Kepala Desa Hasahatan Jae, Abner. (Ps/mt)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top