Regional

Ini dia Wajah Bule Australia yang Nembak perobatan di RS Vita Insani

dua bule asal australia nembak biaya perobatan di Rumah Sakit Vita Insani kota Pematang Siantar
Tampang bule yang nembak uang perobatan di rs Vita Insani

 

Siantar– Seorang pria warga Australia bernama Gregory James dikabarkan ingkar janji dengan tidak membayar biaya perobatan selama dirawat di RS Vita Insani. Saat itu James datang ke RS Vita Insani bersama Michelle Kirsten.

Gregory James yang diduga sudah kembali ke negara asalnya disebut belum membayar uang perobatan kecelakaan pada akhir 2016 lalu.

Choki Pardede, selaku Humas RS Vita Insani mengatakan, kejadian itu bermula tepatnya pada Minggu, (21/8/2016) lalu.

Saat itu James baru saja mengalami kecelakaan dan segera diberikan perawatan intensif oleh pihak rumah sakit. Setelah diperbolehkan pulang, James diwajibkan membayar biaya perawatan sebesar Rp4,3 juta.

“Biaya perawatan yang tidak dibayarkan sesuai janjinya sampai di Australia katanya akan ditransfer,” ujar Choki, Rabu (5/4/2017).

Dijelaskan Choki, saat berobat Greg James memohon untuk tetap bisa berobat dan mengaku bahwa dirinya tak membawa uang tunai dan menyodorkan kartu kredit pada kasir.

Namun begitu digesek, kartu kredit ANZ yang dia berikan ternyata tidak dapat digunakan.

Choki mengatakan, keduanya bukan melarikan diri meski hingga kini pihaknya belum menerima janji pelunasan dari Greg James.

Dijelaskannya, saat itu pihak RS Vita Insani mengingat pasien dan teman wanitanya itu harus berangkat pada 22 Agustus pagi dan tiket pesawat untuk kembali ke Australia sudah terlanjur dibeli. Kedua WNA itu pun meminta agar diberi keringanan dan kepercayaan dari pihak rumah sakit bahwa mereka bersedia membuat surat penyataan berikut identitas lengkap berupa paspor dan tanda pengenal lainnya dan berjanji membayar tagihan tersebut dengan cara tranfer langsung ke rekening bank milik rumah sakit Vita Insani.

“Bukan melarikan diri. Kami izinkan dia pulang ke negaranya karena uang cashnya tidak ada, kartu kredit dia enggak dapat digunakan. Enggak tahu kenapa,” jelas Choki.

Dalam surat perjanjian itu, tertulis bahwa kedua WNA siap untuk dipermalukan di publik apabila tidak membayar kewajiban sebagaimana yang telah dijanjikan, termasuk dengan melaporkannya ke Kedutaan Australia di Jakarta, dan keduanya menyanggupinya.

Hingga berita ini diterbitkan, sudah ada niat baik dari Greg. Namun belum ditransfer.

Greg hanya meminta memberhentikan pemberitaan.

“Iya benar. Namun enggak ada (alasan jelas belum bayar). Tapi kami komunikasi tertutup email dan no telepon. Facebook saya diblokir teman wanitanya. Tapi dia meminta untuk hentikan postingan,” pungkas Choki. (St)

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top