Kriminal

Ini Modus Nurhasanah PNS Dinkes Tebing Tinggi dalam Menipu Korbannya

Kasubbag Humas Polres Tebing Tinggi AKP MT Sagala saat menjelaskan penangkapan Nurhasanah, Pegawai Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi, pelaku penipuan dan penggelapan..

Tebingtinggi-  Polres Tebing Tinggi meringkus Nurhasanah (38) pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di dinas kesehatanTebing Tinggi. Warga Jalan Pala Kelurahan Bandar Utama Kecamatan Tebing Tinggi Kota, Kota Tebing Tinggi itu ditangkap karena melakukan penipuan dan menyebabkan korban mengalami kerugian sebesar Rp 700 Juta.

Kasubag Humas Polres Tebing Tinggi AKP MT Sagala didampingi Kanit Tipiter Satreskrim Iptu Budi Sihombing SH, menjelaskan PNS tersebut diringkus berdasarkan laporan dari beberapa korbannya. Dalam melakukan aksinya, tersangka mengaku bisa memasukkan seseorang menjadi PNS dan harus membayar beberapa jumlah uang

“Pelaku diamankan atas dugaan melakukan penipuan dan penggelapan berdasarkan laporan Suparman (49) warga Desa Keritang Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Provinsi Riau dan beberapa orang lain yang menjadi korban. Dimana kepada para korban, pelaku mengaku mampu memasukkan anak korban menjadi PNS dengan meminta sejumlah uang,” jelas MT Sagala.

Baca: Bikin Miris, Segini gaji Kader Posyandu di Kota Medan

Anggota DPRD Medan Fraksi Hanura, Ratna Sitepu (berhijab) saat memberikan bantuan kepada masyarakat daerah pinggir rel beberapa waktu lalu.

Anggota DPRD Medan Fraksi Hanura, Ratna Sitepu (berhijab) saat memberikan bantuan kepada masyarakat daerah pinggir rel beberapa waktu lalu.

Dari aksinya tersebut, total keseluruhan kerugian para korbannya hampir Rp 700 juta. Aksinya tersebut berawal pada Selasa 17 Maret 2015 lalu.

Di mana saat itu, pelaku menghubungi Suparman (49) via telephone memberitahukan akan ada penerimaan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di bidang kesehatan di Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi dan meminta agar anak pelapor mendaftar menjadi PTT.

Saat itu pelaku meminta uang Rp 45 juta dan disetujui pelapor dengan mentransfer uang via BRI ke rekening pelaku.

Kemudian pelaku kembali menghubungi pelapor memberitahu bulan April 2015 ada penyisipan PNS di Pemko Tebing Tinggi agar anak pelapor dialihkan menjadi PNS dengan membayar Rp 200 juta dan apabila anak pelapor tidak masuk, uang akan dikembalikan pelaku.

Karena menginginkan anaknya masuk PNS, pelapor mengirimkan uang yang diminta pelaku secara bertahap via transfer Bank BRI dan penarikan ATM sehingga total berjumlah Rp 210 juta.

Pages: 1 2 3

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Ini wacana Komisi A, Dongkrak Partisipasi Pemilih dalam Pilkada Mendatang – Suara Kita

  2. Pingback: Perampokkan Berdarah, Satu Keluarga Tewas Digorok – Suara Kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

To Top