Kriminal

Sudah ditetapkan Jadi Tersangka, Anthoni Baru Minta Maaf

Anthony Hutapea tersangka penghnaan agama dan ujaran kebenciaan saat meminta maaf setelah ditetapkan jadi tersangka

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugoro dalam keterangan persnya kepada mengatakan pihaknya bertindak cepat agar kasus ini tidak begitu meluas.

Atas atensi dari sejumlah pihak, pihaknya melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap Anthoni Hutapea.

“Yang bersangkutan AH melakukan tindak pidana penistaan agama dengan sejumlah barang bukti. Yang bersangkutan AH kita tetapkan sebagai tersangka. Saya berharap semua pihak mengkawal kasus ini sampai tuntas,” ujar Kombes Pol Sandi Nugroho.

Dalam kesempatan yang sama, salah seorang dari ormas Islam bernama Khairil Anwar bertanya kepada Kapolrestabes Medan.

Ia mempertanyakan apakah tersangka Anthoni Hutapea ditahan atas perbuatannya.

Lalu Kombes Pol Sandi Nugroho menjawab jika alat bukti sudah lengkap ia pasti melakukan sesuai dengan undang undang yang berlaku.

Koordinator Aksi Gerakan Anti Penistaan Agama Islam (GAPAI) Sumut Heriansyah mengapresiasi Polrestabes Medan dengan mengungkap kasus ini dengan singkat. Pihaknya beserta ormas Islam dibawah GAPAI akan terus mengkawal kasus ini sampai tuntas.

“Penistaan agama ini sungguh besar implikasinya terhadap umat beragama di Indonesia. Agama minoritas tidak boleh menghina agama mayoritas dan sebaliknya agama mayoritas tidak boleh menghina agama minoritas. Kita harap ini sebuah pembelajaran buat kita semua. Dalam bentuk apapun penistaan agama tidak diperbolehkan di Indonesia,” ungkap Heriansyah.

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin yang juga hadir dalam pemaparan kasus penistaan agama itu juga menyampaikan hal sekecil apa pun yang diposting di media sosial ( Medsos) tentunya sangat mengganggu kehidupan masyarakat.

“Mari sebaik-baiknya kasus ini kita kawal bersama demi rasa aman dan nyaman. Hal ini tentunya tidak boleh terjadi lagi. Medsos sangat berdampak terhadap masyarakat luas. Sekali lagi kasus ini jadi pembelajaran kita dan tidak boleh terjadi lagi,” tutur Dzulmi Eldin.

Sementara itu, Ketua Majelis Hukum dan HAM PWM Sumut, Faisal,SH,M.Hum ketika ditanya mengatakan marak dan beraninya orang menistakan agama dewasa ini, merupakan fenomena yang sangat mengkhawatirkan dalam kehidupan toleransi beragama di Indonesia.

Pages: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Top News

To Top