Regional

JR Pastikan tidak ada Pungli di Simalungun

Bupati simalungun saat bersama siswa SD di Raya
Bupati simalungun saat bersama siswa SD di Raya

SIMALUNGUN- Salah satu tuntutan dari demonstrasi yang dilakukan oleh guru-guru honorer di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara adalah kehadiran pungutan liar perihal biaya pemanjangan Surat Keputusan Pegawai Tidak Tetap membuat Bupati Simalungun JR Saragih kesal.

Bupati Simalungun JR Saragih mengatakan bila pihaknya tidak akan memberikan kata ampun bagi siapapun yang bekerja di Pemerintahan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara untuk melakukan pungutan liar dalam bentuk apapun.

“Saya tidak ada kata main-main bagi siapapun yang melakukan pungutan liar di Pemerintahan Kabupaten Simalungun ini, termasuk soal biaya pemanjangan Surat Keputusan Pegawai Tidak Tetap untuk para guru honorer,” tegas Bupati Simalungun JR Saragih di Pematang Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Rabu (26/4/2017).

Orang nomor satu di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara ini meminta kepada semua pihak bila siapapun yang melakukan pungutan liar di Pemerintahan Kabupaten Simalungun untuk melaporkan kepada dirinya.

“Bagi siapa saja yang kedapatan melakukan pungutan liar laporkan kepada kami, maka akan kami tindak dengan proses hukum melalui kepolisian,” tambahnya.

Menurutnya, pendidikan merupakan fokus utama dalam bekerja untuk membangun tingkat perekonomian di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

“Jika semua masyarakat Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara itu pintar dan cerdas maka secara otomatis pertumbuhan perekonomian di masyarakat akan terbentuk dengan baik. Termasuk dari sisi kesehatan,” urainya lagi.

Sementara itu, Plt. Kadis Pendidikan Resman Saragih mengatakan untuk tahun 2017 maka akan ada 1800 orang yang akan mendapatkan surat keputusan pegawai tidak tetap dari sisi guru-guru honorer.

“Untuk tahun 2017 ada 1800 orang yang dibutuhkan dari sisi guru-guru honorer dari jumlah 2200 yang mendaftar. Kami melakukan seleksi khususnya dari sisi mutu dan kualitas pengajar serta kebutuhan sekolah di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara,” paparnya.

Resman Saragih menyatakan jumlah 1800 orang di 2017 ini akan ditempatkan di seluruh Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

“Dari 1800 orang akan ditempatkan lebih banyak di Sekolah Dasar (SD) karena jumlah sekolahnya sebanyak 800 sekolah sedangkan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) hanyalah 60 sekolah. Hitungan ini diambil dari satu Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara,” tutupnya. (si)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top