Gara-gara dokter, Kadis Kesehatan Tebing Terus Menghindar dari  Wartawan.

oleh
kantor dinkes Tebing Tinggi
kantor dinkes Tebing Tinggi

Tebingtinggi – Kadis Kesehatan Kota Tebing Tinggi Syahirwan, terus berupaya menghidari wartawan, sejak adanya temuan kasus 22 tenaga dokter internship yang ditugaskan Dinas Kesehatan Tebing Tinggi ke RS.Swasta Sri Pamela yang melanggar ketentuan Permenkes No.2052/Menkes/Per/x/2011.  Seperti diketahui penempatan 22 tenaga dokter intership sendiri, tanpa Rekomendasi IDI Tebing Tinggi dengan berbagai dalih alasan.

Syahirwan yang berulang kali diupayakan beberapa wartawan untuk menemuinya di kantor maupun via handphone, tidak bersedia untuk bertemu. Beribu alasan pun terus dilontarkannya agar tidak bertemu dengan wartawan.

Seperti diketahui Kadis Kesehatan Tebing Tinggi melalui Kabid Pelayanan Kesehatan dr Yessi belum lama ini mengeluarkan surat rekomendasi untuk 22 tenaga dokter internship (magang) untuk memperoleh SIP (surat ijin praktek) yang dikeluarkan Dinas Penanaman Modal dan Ijin Terpadu melakukan praktek di RS.Swasta Sri Pamela Tebing Tinggi.

SIP yang diperoleh para dokter tersebut ternyata melanggar Permenkes No.2052 Tahun 2011, Dinkes ternyata dengan diam-diam mengeluarkan rekomendasi tampa memenuhi persyaratan yang diwajibkan para dokter internship untuk memperoleh ijin.

Sekertaris IDI Tebing Tinggi dr.Jhonly Boelian, kepada wartawan menyatakan IDI Tebing Tinggi belum pernah mengeluarkan surat rekomendasi untuk 22 orang dokter internship tersebut.

“Kami tidak tahu sama sekali dari mana surat rekomendasi yang didapat instansi yang mengeluarkan surat tersebut,” ucapnya.

dr.Jhonly membenarkan seharusnya setiap dokter yang akan memperoleh SIP seharusnya memenuhi terlebih dahulu seperti yang sudah diatur dalam Permenkes No.2052 Tahun 2011.

Dalam pasal 11 disebutkan ucapnya, permohonan memperoleh SIP Internsip diajukan Dokter Program Internsip kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota tempat praktik kedokteran dengan melampirkan fotokopi STR untuk kewenangan internsip yang diterbitkan dan dilegalisasi asli oleh KKI atau tanda terima pengurusan STR dari KKi

Surat keterangan dari Komite Internsip Dokter Indonesia surat rekomendasi dari organisasi profesi, sesuai tempat praktik dan pas foto berwarna ukuran 4×6 sebanyak 3 (tiga) lembar dan 3×4 sebanyak 2 (dua) lembar.

Kepala Dinas Penanaman Modal  dan Perijinan Terpadu Suriadi membenarkan telah mengeluarkan SIP terhadap 22 orang tenaga dokter internship tersebut, atas dasar rekomendasi dari Dinas Kesehatan yang dibawa langsung Kabid Pelayanan Kesehatan dr.Yessi.

“Kami juga sudah melihat surat rekomendasi tersebut, memang tidak ada yang dikeluarkan oleh IDI setempat, dan untuk itulah kami atas kasus ini sedang menunggu surat dari dari IDI Tebing Tinggi, jika ini melanggar ketentuan, SIP yang telah kami keluarkan akan ditarik kembali sesuai peraturan,” ucapnya.

Ironisnya lagi ucapnnya sejak saat itu, pihaknyabanyak didatangi wartawan, karena katanya mereka menerima Rp 1 Juta setiap lembar ijin yang dikeluarkan.

“Banyak yag datang wartawan, katanya kami menerima Rp 1 Juta untuk setiap lebar ijin dan, itu sama sekali tidak benar, silahkan pertanyakan kepada dokter internship tersebut kepada siapa mereka membayarnya, “ jelasnya

“Pada Dinas kami tidak ada lagi kutipan apapun yang diluar ketentuan yang berlaku, Rp.20.000.- yang dibebankan kepada masyarakat harus pakai kwitansi,dan harus dapat dipertanggungjawabkan, ini sudah saya tegaskan kepada para staf, “ katanya kembali dengan nada kesal. (bhi)